MUJAHIDIN THALIBAN SERANG PATROLI NATO DI PROVINSI PARVAN AFGHANISTAN

Duniaekspress.com (6/8/2018)- Media Turki mengatakan, setidaknya tiga tentara NATO berkebangsan Ceko tewas pada hari Ahad (5/8) dalam serangan pejuang Thaliban di Afghanistan timur.

Vahida Shahkar, juru bicara untuk kantor gubernur provinsi, mengatakan insiden itu terjadi di Hilary di provinsi Parvan.

Dalam sebuah pernyataan, NATO mengatakan serangan itu terjadi ketika patroli, serangan tersebut juga melukai seorang tentara Amerika dan dua Tentara Nasional Afghanistan.

“Perhatian dan doa saya bersama keluarga dan teman-teman anggota kami yang gugur dan terluka, dan saudara-saudara Afghanistan kami yang terluka dan keluarga mereka,” kata Jendral John Nicholson, komandan Pasukan AS di Afghanistan, seperti dikutip Anadolu Agency, Ahad (5/8/2018).

Baca Juga:

SERANGAN BOM AL SHABAAB SEDIKITNYA 3 TENTARA TEWAS

AKTIVIS SWEDIA UNGKAP PENYIKSAAN SELAMA DITAHAN ISRAEL

Sementara itu menteri dalam negeri Ceko mengaku mendapat kerugian yang cukup besar atas serangan yang dilakukan Thaliban yang menewaskan tentaranya.

“Republik Ceko telah mengalami kerugian besar. Ketiga tentara kami tewas dalam serangan bunuh diri ketika berpatroli dengan pasukan Afghanistan di provinsi Parwan. Perhatian saya tetap bersama keluarga dan teman-teman dari tentara kami yang gugur,” Jan Hamacek dalam akun twitternya.

Pada bulan Mei lalu Thaliban mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya tidak akan menargetkan polisi dan militer Afghanistan (lokal,red) karena tingginya jumlah korban yang diderita oleh pasukan keamanan dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Ampunan untuk semua formasi militer, tentara nasional, polisi nasional, Arbakis (polisi lokal) dan semua karyawan rezim untuk melindungi kehidupan dan harta mereka,” Bunyi pernyataan tersebut yang dirilis Jum’at (18/5/2018).

Dalam pernyataan itu Thaliban mengatakan bahwa target utama dari serangan musim semi yang baru-baru ini diluncurkan di negara itu (Afghanistan, red) adalah Amerika dan sekutu mereka,

“Pasukan keamanan ini, bagaimanapun, adalah warga negara kami sendiri yang telah bergabung dengan barisan Amerika karena kesesatan atau alasan lain,” kata pernyataan itu, seperti yang dikutip Al Jazeera.

“Jika Anda meninggalkan barisan musuh, mujahidin Imarah Islam akan menggunakan segala cara yang mereka miliki untuk mencoba dan meringankan hidup Anda,”