Al Shaabab bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan sedikitnya 3 tentara Somalia di distrik Afgoye

Duniaekspress.com (6/8/2018)- Kepolisian Mogadishu mengatakan, setidaknya tiga tentara Somalia tewas dalam serangan bom mobil di distrik Afgoye sebuah kota yang berjarak 30 km dari ibu kota Mogadishu.

pejuang al Shaabab bertanggung jawab atas serangan tersebut, demikian pernyataan resmi mereka. Tentara Somalia dikerahkan di Afgoye pekan ini dalam upaya untuk memperketat keamanan di kota itu menjelang kunjungan Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo.

“Polisi dan militer menembaki bom mobil bunuh diri yang melaju hari ini dan meledak di distrik Afgoye. Sejauh ini kami tahu tiga tentara tewas, ”kata Kapten Nur Ali, seorang perwira polisi, kepada Reuters melalui telepon dari Afgoye.

Baca Juga:

AKTIVIS SWEDIA UNGKAP PENYIKSAAN SELAMA DITAHAN ISRAEL

AKSI JUM’AT KE-19, ISRAEL RESPON DENGAN TEMBAKAN DAN GAS AIR MATA

Al Shaabab bertanggung jawab atas serangan itu dan mengkalim jumlah korban tewas yang lebih banyak daripada laporan polisi Mogadishu.

“Bom istisyhadiyah menyerang pasukan Somalia yang dikerahkan menjelang kunjungan presiden Farmaajo di Afgoye. Kami membunuh 11 tentara,”kata Abdiasis Abu Musab, juru bicara operasi militer Al Shabaab, kepada Reuters, Ahad (5/8/2018).

Dalam insiden terpisah, pasukan Somalia menewaskan dua militan setelah pertempuran meletus sebentar di sebuah pos pemeriksaan di Mogadishu Minggu pagi, kata polisi.

“Militer Somalia menewaskan dua militan bersenjata di pos pemeriksaan Benadir. Dua tentara terluka ringan dalam baku tembak, ”Mayor Mohamed Abdullahi, seorang petugas polisi, mengatakan kepada Reuters.

Somalia telah diguncang oleh pelanggaran hukum dan kekerasan sejak 1991 ketika diktator Mohamed Siad Barre digulingkan.

Al Shabaab sedang berjuang untuk mengusir pemerintah pusat yang didukung Barat dan pasukan penjaga perdamaian yang dimandatkan Uni Afrika.