Duniaekspress.com (6/8/2018)- Kepala fasilitas penelitian Suriah Aziz Asber yang diduga mengembangkan senjata kimia (gas sarin) untuk membantai ribuan warga di berbagai tempat di Suriah tewas.

“[Asber] meninggal setelah sebuah ledakan yang ditargetkan mobilnya di pedesaan Hama,” kata Media Suriah al-Watan dalam laporan online pada har iAhad (5/8/2018).

Serangan terhadap Asber itu diklaim oleh kelompok pejuang Suriah yang berafiliasi dengan Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Baca Juga:

PESAWAT TEMPUR ISRAEL KEMBALI SASAR PENERBANG LAYANG-LAYANG

PEJUANG THALIBAN SERANG PATROLI NATO

Brigade Abu Amara merilis sebuah pernyataan di saluran online Telegram mereka yang mengatakan mereka “memasang perangkat peledak” yang meledakkan dan membunuh Asber.

“Ledakan itu terjadi pada Sabtu malam dan Asber tewas bersama dengan sopirnya,” kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti yang dikutip MEE.

Kepala observatorium Rami Abdel Rahman lebih lanjut mengatakan bahwa para ahli dari sekutu Suriah, Iran hadir di pusat Masyaf, yang mengembangkan rudal permukaan jarak dekat.

“Jenderal itu dekat dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan ke Iran,” tambah Abdel Rahman.

Pemerintah Suriah, yang didukung oleh Rusia, telah membantah menggunakan, atau memiliki, senjata kimia, akan tetapi para korban serangan rezim Assad ini telah membuktikan adanya senjata kimia yang digunakan.

Korban Serangan Senjata Kimia Rezim Suriah

Lebih dari 350.000 orang telah tewas dan jutaan orang mengungsi sejak dimulainya perang saudara Suriah pada tahun 2011.