PESAWAT TEMPUR ISRAEL SASAR PENERBANG LAYANG-LAYANG

Duniaekspress.com (6/8/2018)- Sebuah pesawat perang Israel pada hari Ahad (5/8) menyerang sekelompok orang warga Palestina yang menurut Israel mencoba meluncurkan layang-layang dan balon pembakar di dekat perbatasan Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, seorang juru bicara militer Israel mengatakan serangan udara itu menargetkan pasukan “yang meluncurkan balon pembakar dari Jalur Gaza utara ke Israel”.

“Empat warga Palestina terluka dalam serangan itu,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qidra, seperti yang dikutip Anadolu Agency, Ahad (5/8/2018).

Baca Juga:

PEJUANG THALIBAN SERANG PATROLI NATO

SERANGAN BOM AL SHABAAB SEDIKITNYA 3 TENTARA TEWAS

Menurut seorang reporter Anadolu Agency, serangan itu menargetkan sekelompok peluncur layang-layang di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Selain pesawat tempur, Israel juga kerap melakukan serangan dengan pesawat tak berawak ke Jalur Gaza. Pada bulan lalu drone Israel lukai sedikitnya tiga warga Palestina pada hari Selasa (24/7). Sehingga jumlah korban akibat serangan Israel ke Jalur Gaza dari pagi hingga petang mencapai  7 orang, salah satunya seorang balita.

Koresponden Pusat Informasi Palestina, menyebutkan bahwa pesawat tanpa awak milik pasukan penjajah Zionis menembakkan sebuah rudal ke arah sekelompok warga di timur daerah Malikah di kampung Syujaiyah di Gaza. Serangan ini mengakibatkan tiga orang warga terluka. Tim medis berhasil mengevakuasi korban dan dilarikan ke rumah sakit asy-Syifa di Gaza.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivis Palestina telah menerbangkan layang-layang dan balon di atas wilayah Israel sebagai bagian dari protes anti-pendudukan yang terus berlangsung di sepanjang perbatasan Gaza.

Sejak Maret, lebih dari 157 orang telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan tentara Israel selama protes terhadap pendudukan Israel selama puluhan tahun dan blokade 11 tahun di Jalur Gaza, yang telah memusnahkan ekonomi daerah kantong itu dan merampas kira-kira 2 juta penduduk komoditas pokok.