duniaekspress.com, 7 Agustus 2018. Ada yang berbeda dalam pemilu gubernur Michigan AS pada November 2018 nanti. Yaitu adanya calon gubernur beragama Islam yang bernama Abdul El Sayed dari partai Demokrat.

Laki-laki 33 tahun itu merupakan keturunan Arab. Meski terlahir dari keluarga imigran asal Mesir, Abdul el sayed lahir dan besar di Amerika Serikat. Sosok Abdul yang berasal dari kalangan minoritas di Amerika Serikat, mengingatkan publik ke sosok mantan Presiden Barack Obama. The Guardian malah menyebutnya sebagai ‘The New Obama’.
El Sayed merupakan lulusan Michigan University yang melanjutkan doktoratnya di Oxford University setelah mendapatkan beasiswa Rhodes.
Sebelum mencoba peruntungan di dunia politik, Abdul merupakan Direktur Kesehatan Michigan.
Jabatan itu diakuinya mendorong untuk menjadi gubernur. Abdul ingin menyelesaikan masalah pengelolaan air Flint yang meracuni ribuan penduduk Michigan. Dia kemudian memilih Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya.
Maju sebagai calon gubernur dengan identitas seorang Muslim, diyakini Abdul tidak bakal menjenggalnya.”Warga Michigan kurang tertarik dengan bagaimana saya beribadah. Mereka lebih peduli dengan apa yang saya doakan: keluarga saya, komunitas saya, negara bagian saya, dan negara saya. Ada lebih banyak kesamaan yang menyatukan kita ketimbang mereka yang ingin memecah kita,” kata Abdul seperti dilansir dari Aljazeera.

DRONE INI YANG COBA BUNUH PRESIDEN MADURO, BAGIMANA MEMBUAT ANTI DRONE?

GAZA LUNCURKAN KAPAL KEMERDEKAAN 3

Meski belum resmi dicalonkan oleh partainya namun Abdul didukung oleh Bernie Sanders, politisi pentolan Partai Demokrat. Calon anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cartez, mantan pramusaji yang kini menghiasi pemberitaan media Amerika Serikat juga mendukung Abdul. Jika resmi diusung Demokrat dan memenangkan pemilu, Abdul akan menjadi gubernur Muslim pertama di Amerika Serikat.
Selain ingin mengentaskan krisis air Flint, ada beberapa isu yang disuarakan Abdul. Seperti kandidat dari Partai Demokrat lainnya, Abdul menyuarakan pentingnya jaminan kesehatan lewat program Medicare for All.
Serupa dengan Ocasio-Cortez, identitas dan ide yang disuarakan bertentangan dengan program Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Muslim di Michigan “terpesona” tentang El-Sayed, dan kandidat lain seperti Rashida Tlaib dan Fayrouz Saad yang mencalonkan diri untuk Kongres AS, kata Nada al-Hanooti, direktur eksekutif Michigan Chapter of Emgage, sebuah organisasi yang mendorong partisipasi politik dari Muslim di seluruh AS.
Orang-orang senang dengan kandidat ini … Mereka tidak hanya mewakili mereka, mereka memenuhi syarat dan mereka akan melakukan pekerjaan dengan baik, “al-Hanooti mengatakan kepada MEE.” Komunitas kami, Muslim dan orang kulit berwarna, kami selama ini kurang terwakili. Kami telah terpinggirkan. Kami benar-benar merasa bahwa kandidat ini akan mengubah status quo. ”

Dia menambahkan bahwa Muslim yang mencalonkan diri untuk jabatan pemerintahan memberikan kesempatan bagi penyelenggara seperti dirinya untuk melibatkan pemilih potensial dalam proses politik.

“Orang-orang suka jika memiliki kandidat yang mirip mereka, bicara seperti mereka di kantor pemerintah,” kata al-Hanooti.

Terlepas dari tidak bolehnya umat Islam terlibat dalam demokrasi, apalagi di negeri kafir, kejadian ini mungkin dipicu dari kejenuhan masyarakat amerika terhadap politik rasialis Donald Trump yang memarjinalkan para imigran asal amerika tengah dan kaum muslimin. Selain itu kebijakan amerika yang vulgar tentang masalah Palestina menyebabkan pentingnya keberpihakan umat Islam Amerika kepada tokoh-tokoh yang lebih akomodir terhadap suara-suara Islam di sana.

(AZ dari berbagai sumber)