Duniaekpress.com (10/8/2018)- Brigade Ezzeddin al-Qassam, sayap bersenjata pejuang Hamas, mengaku bertanggung jawab atas serangan puluhan roket yang diarahkan keberbagai wilayah di Israel.

Brigade Ezzeddin al-Qassam menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan respon dari serangan Israel yang telah menewaskan dua anggotanya.

Berita Terkait:

70 ROKET HAMAS HUJANI ISRAEL

SERANGAN TANK ISRAEL, 2 ANGGOTA HAMAS GUGUR

Sirene serangan udara dibunyikan di kota Beersheba selatan Israel pada hari Kamis untuk pertama kalinya sejak serangan Israel tahun 2014 terhadap Jalur Gaza, menurut pernyataan militer Israel.

Pada hari Kamis (9/8), tentara Israel mengklaim bahwa setidaknya 150 roket telah ditembakkan ke wilayah Israel oleh kelompok-kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza.

Menurut militer Israel roket itu yang ditembakan dari Gaza menargetkan masyarakat diperbatasan Israel dan kota-kota selatan Sderot dan Ashkelon, militer mengklaim sistem pertahanan rudal Iron Dome telah mencegat berhasil 25 roket.

Baca Juga:

ISRAEL TUTUP MASJID AL-IBRAHIMI UNTUK KAUM MUSLIMIN

GAZA DALAM ANCAMAN BAHAYA, KRISIS BBM KIAN MELANDA

Sebelumnya pada hari Selasa, serangan tank Israel telah menewaskan dua anggota gerakan perlawanan Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza setelah tembakan dilepaskan ke arah anggota Ezzedin al-Qassam.

Sayap militer Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam telah mengidentifikasi orang-orang Palestina yang tewas atas serangan yang dilakukan Israel adalah Ahmed Murjan dan Abdel-Hafez al-Silawi, keduanya berusia 23 tahun dan menegaskan bahwa mereka adalah anggota kelompok tersebut.

Para saksi mengatakan serangan itu terjadi di kota Beit Lahia di Jalur Gaza utara.

Israel mengkalim serangan tersebut sebagai balasan atas tembakan yang diperkirakan oleh pasukan Israel berasal dari pos milik Hamas.

Pernyataaan Israel tersebut langsung dibantan Brigade Al-Qossam yang dalam siaran persnya pada hari Selasa (7/8) yang mengatakan kedua anggotanya sedang berada di medan latihan menembak dan tidak sedang menyerang pasukan penjajah Zionis di perbatasan.