Israel kembali tembak mati seorang petugas medis di Gaza, Abdullah al-Qattati mendapat luka tembak dibagian dada ketika menolong korban luka

Duniaekspress.com (11/8/2018)- Dalam sebuah pernyataanya Kementerian Kesehatan Palestina pada hari Jum’at (10/8) mengatakan, pasukan Israel telah menembak mati dua warga Palestina, termasuk seorang petugas medis, dalam aksi protes di perbatasan Gaza-Israel.

“Abdullah al-Qattati, yang berusia 20-an, ditembak di dada dekat Rafah di Gaza selatan saat melakukan pengobatan terhadap korban luka dan Ali al-Alloul 55 tahun juga tewas di daerah yang sama,” kata juru bicara kementerian kesehatan Ashraf al- Qidreh, seperti dikutip MEE, Jum’at (10/8/2018).

Dia mengatakan 242 orang Palestina lainnya terluka selama protes.

Abdullah al-Qattati

Pembunuhan terhadap petugas medis, Qattati, menyusul pembunuhan atas petugas medis lainnya oleh Israel yang terjadi pada bulan Juni lalu. Razan al-Najjar, mendapat tembakan di dada ketika merawat orang Palestina yang terluka oleh pasukan Israel yang menggunakan peluru tajam, peluru karet dan gas air mata untuk merespon aksi protes. Kali ini israel kembali tembak mati petugas medis.

Berita Terkait:

TENTARA ISRAEL TEMBAK MATI PETUGAS MEDIS DI GAZA

Protes Jumat terjadi setelah seharian saling serang besar antara Israel dan faksi perlawanan di mana tiga warga Palestina tewas oleh serangan Israel dan tujuh warga Israel terluka oleh rudal yang diluncurkan oleh faksi-faksi yang bermarkas di Gaza.

Sejak 30 Maret, kementerian Palestina memperkirakan bahwa setidaknya 158 warga Palestina telah tewas dan 17,350 lainnya terluka oleh pasukan Israel yang ditempatkan di luar pagar.

Satu tentara Israel telah tewas selama periode waktu yang sama.

Baca Juga:

REZIM ASSAD BOMBARDIR IDLIB

MUSLIM CHINA PROTES PEMBONGKARAN MASJID OLEH PKC

Israel bersikeras bahwa Hamas, partai yang berkuasa secara de facto di Jalur Gaza, berada di balik protes, sebuah tuduhan yang ditentang keras oleh para aktivis yang telah memimpin mereka.

Pada bulan Mei, PBB memilih untuk mengirim penyelidikan kejahatan perang internasional ke Gaza untuk menyelidiki tindakan keras Israel terhadap protes.

Bulan lalu, harian Israel Haaretz melaporkan bahwa penyelidikan internal Israel ditetapkan untuk mengesampingkan tanggung jawab militernya atas lusinan demonstran yang tidak bersenjata yang dibunuh oleh tembakan langsung.