Duniaekspress.com (10/8/2018)- Laporan menyebutkan ratusan anggota etnis minoritas Muslim China Hui melancarkan protes atas rencana pemerintah untuk menghancurkan sebuah masjid yang baru dibangun di barat laut negara itu.

“Kerumunan orang berkumpul pada hari Kamis di depan halaman Masjid Agung yang menaranya menjulang tinggi di kota Weizhou di wilayah otonomi Ningxia Hui, lapor China Morning post.

Umat muslim china dari etnis Hui itu mengecam pemerintah dan mempertanyakan mengapa pihak berwenang tidak menghentikan pembangunan masjid pada waktu itu jika surat izinnya belum lengkap.

Baca Juga:

THALIBAN TERUS GEMPUR KOTA GHAZNI

KEMENANGAN TALIBAN SECARA POLITIK JIKA AMERIKA MENDATANGI TALIBAN UNTUK BERDAMAI

Pihak berwenang telah merencanakan untuk memulai pembongkaran pada hari Jumat ini, meskipun tidak jelas apakah mereka akan melakukannya sesuai jadwal.

Langkah itu dilakukan saat Partai Komunis China yang secara resmi sedang menindak tegas ekspresi agama dan menyerang apa yang disebutnya ide-ide radikal di antara lebih dari 20 juta Muslim di negara itu.

Untuk meminimalkan jangkauan dakwah kaum muslim kepada anak muda, seluruh sekolah agama Hui dan kelas bahasa arab telah ditutup,

Pada 2012 lalu, ratusan kaum Hui bentrok dengan polisi di Tongxin ketika mereka mencoba menghentikan pembongkaran masjid setelah dinyatakan ilegal. Beberapa pengunjuk rasa dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Lebih jauh ke barat di wilayah Xinjiang, ratusan ribu anggota kaum minoritas Uighur dan Kazakh Muslim telah ditahan di kamp-kamp pendidikan ulang. Muslim China harus menghadapi tindakan represif pemerintahnya yang berhaluan komunis dan takut atas berkembangnya islam di negara terbesar populasinya di dunia itu.