Duniaekspress.com (12/8/2018)- Rezim Assad dan pendukungnya telah mulai menyerang Gunung Turkmen di provinsi Latakia Suriah barat laut untuk menguasai wilayah itu, yang berada dalam zona de-eskalasi.

Unit artileri pasukan rezim pada Jumat malam melakukan serangan intens ke garis depan oposisi untuk merebut wilayah Gunung Turkmen.

Menurut koresponden Anadolu Agency di Idlib, setelah merebut daerah Daraa dan Quneitra yang sebelumnya dikuasai oposisi, rezim Assad sedang berusaha untuk mendapatkan kendali penuh atas Gunung Turkmen, tempat orang Turk dari Latakia berada.

Unit artileri pasukan rezim pada Jumat malam melakukan serangan intens ke garis depan oposisi untuk merebut Pegunungan Turkmen.

Baca Juga:

ZIONIS ISRAEL KEMBALI TEMBAKI KAPAL NELAYAN PALESTINA

DENMARK AKAN PENJARAKAN PEMAKAI CADAR

Selama sebulan terakhir, tentara rezim, kelompok milisi yang didukung Iran, dan milisi pro-Suriah, THKP-C yang dipimpin oleh Mihrac Ural telah melakukan patroli pengintaian, penembakan militer dan penembakan artileri untuk menentukan lokasi di garis depan.

Menurut sumber-sumber oposisi, Gunung Turkmen sangat penting karena berada di jalur Idlib-Latakia, dan jika direbut, rezim akan memiliki kontrol penuh terhadap Latakia.

Rezim juga melakukan serangan darat dan udara di dua desa dan sebuah kota di Idlib Jumat malam, di timur Pegunungan Turkmen.

Pada tahun 2015, rezim, yang didukung oleh kekuatan udara Rusia, merebut sekitar 85 persen wilayah pegunungan Turkmen Latakia, memaksa sekitar 20.000 penduduk Turkmenistan dan Arab di daerah itu untuk melarikan diri ke utara ke Turki.

Di bawah dan kesepakatan sebelumnya yang disahkan oleh Turki, Rusia dan Iran, Gunung Turkmen berada dalam jaringan zona de-eskalasi dimana tindakan agresi secara tegas dilarang.