Duniaekspress.com, 13 Agustus 2018. Sebuah ledakan misterius di depot senjata di sebuah kota yang dikuasai pejuang pembebasan di Suriah barat laut menewaskan sedikitnya 39 warga sipil, termasuk selusin anak-anak pada hari Minggu, kata seorang monitor.

Kejadian berlokasi di Sarmada di provinsi Idlib dekat perbatasan Turki. Ledakan yang tidak diketahui penyebabnya itu menyebabkan dua gedung runtuh.

Petugas penyelamat white helmet menggunakan buldoser untuk membersihkan puing-puing dan mengevakuasi orang-orang yang terperangkap, kata koresponden AFP.

Korban sebelumnya 12 warga sipil tewas meningkat setelah lebih banyak mayat diambil dari reruntuhan, Rami Abdel Rahman, kepala pengawasan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan.
“Ledakan itu terjadi di sebuah depot senjata di sebuah bangunan perumahan di Sarmada,” kata kepala monitor yang berbasis di Inggris itu, yang bergantung pada jaringan sumber di dalam Suriah.

ledakan misterius

Petugas white helmet berusaha menyelamatkan korban yang tertimbun bangunan yang rubuh

Namun penyebab ledakan itu “belum jelas,” tambah Abdel Rahman. Dia mengatakan sebagian besar dari mereka yang tewas adalah anggota keluarga pejuang dari Hayat Tahrir al-Sham, yang telah mengungsi ke daerah itu dari provinsi tengah Homs.
Di daerah ini juga terdapat sel tidur ISIS, namun menurut media zaman al washl penyebab ledakan adalah akibat serangan udara koalisi Amerika.

THALIBAN HAMPIR PENUH MENGUASAI GHAZNI

BOLEHKAH JAMA’AH JIHAD MELAKUKAN KOALISI ATAU PERJANJIAN DAMAI DENGAN NEGARA LAIN?

Seorang petugas penyelamat membawa tubuh anak kecil yang tidak bergerak dari puing-puing ke ambulans, kata koresponden AFP.

Di belakang gundukan puing-puing, fasad bangunan hangus karena api setelah ledakan.

Sumber pertahanan sipil mengatakan kepada AFP bahwa wanita dan anak-anak termasuk di antara yang tewas.

Petugas penyelamat telah menarik “lima orang yang masih hidup,” kata sumber itu.
Sekitar 2,5 juta orang tinggal di provinsi itu, setengah dari mereka adalah pendatang yang mengungsi akibat pertempuran di bagian lain wilayah suriah.

(AZ dari berbagai sumber)