Duniaekspress.com (15/8/2018)- Kelompok Hak Asasi Manusia mengatakan pada hari Selasa (14/8) bahwa penjajah Israel penjarakan sebanyak 520 orang Palestina selama bulan Juli 2018.

Sebuah laporan oleh Perkumpulan Tahanan Palestina, Addameer and the Prisoners Commission mengungkapkan bahwa dari mereka yang dipenjarakan, 69 anak-anak dan sembilan perempuan.

Ini termasuk 122 yang ditangkap dari Yerusalem; 100 ditangkap dari Provinsi Ramallah dan Al Bireh; 75 ditangkap dari Provinsi Hebron; 52 ditangkap dari Provinsi Jenin; 48 berasal dari Betlehem; 55 berasal dari Nablus; 15 dari Tulkarm; 31 dari Qalqiliya; tujuh dari Tubas; delapan dari Salfit; dan delapan lainnya dari Provinsi Jericho.

Berkenaan dengan angka keseluruhan tahanan, jumlahnya tetap stabil di sekitar 6.000; termasuk 53 perempuan dan tiga anak perempuan di bawah usia 18 tahun. Jumlah tahanan anak berjumlah 300. Jumlah yang ditahan di bawah penahanan administratif adalah 430.

Berita Terkait:

KEBIADABAN ISRAEL DALAM MEMBUNUH ANAK-ANAK PALESTINA MENINGKAT

Sebelumnya organisasi Defense for Children International  – Palestina (DCIP) merilis data pembunuhan terhadap anak-anak Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada priode Januari-Juli 2018.

Dalam laporan yang diterbitkan pada hari Senin (6/8) lalu, DCIP mengatakan bahwa antara Januari dan Juli, jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh adalah tiga kali lebih tinggi daripada selama periode waktu yang sama pada tahun 2017.

Baca Juga:

PERINGATI 5 TAHUN PEMBANTAIAN RABAA, MESIR TANGKAP 13 ORANG ANGGOTA AL-IKHWAN

HRW TUNTUT PEYELIDIKAN ATAS PEMBANTAIAN RABAA

Menurut kelompok tersebut, pasukan Israel telah membunuh lebih banyak anak-anak Palestina sejak Januari tahun ini daripada di tahun-tahun sebelumnya dalam satu dekade terakhir, di luar serangan militer Israel skala besar.

Menurut data DCIP, mayoritas anak-anak yang terbunuh, ditembak dengan peluru tajam, sementara dua diserang oleh peluru artileri.

“Dari mereka yang tewas oleh peluru tajam, 13 anak ditembak di kepala, leher, atau dada,” kata kelompok tersebut.

Salah satu dari anak-anak yang ditembak di dada adalah Arkan Mizher yang berusia 14 tahun, yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan Israel, yang ditembak selama serangan penangkapan di kamp pengungsi Dheisheh di tengah malam pada 23 Juli