Duniaekspress.com (14/8/2018)- Al Arabiya melaporkan, Pentagon pada hari Senin (13/8) mengatakan, seorang tentara pasukan khusus Amerika Serikat tewas dalam ledakan bom di provinsi Helmand, Afghanistan.

Menurut pernyataan, Sersan Staf Reymund Rarogal Transfiguracion terbunuh pada hari Minggu setelah alat peledak rakitan diledakkan di dekatnya saat dia melakukan operasi patroli tempur.

Pria 36 tahun dari Hawaii ini ditugaskan ke Batalion ke-3, Kelompok Pasukan Khusus Pertama.

Para pejabat militer mengatakan insiden yang tewaskan anggota pasukan khusus Amerika, saat ini sedang diselidiki.

Berita Terkait:

SERANGAN MUJAHIDIN TALIBAN GUNCANG PANGKALAN MILITER, PASUKAN REZIM KABUR

THALIBAN HAMPIR KUASAI PENUH KOTA GHAZNI

THALIBAN TERUS GEMPUR KOTA GHAZNI

Sementara itu serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh MujahidinThaliban yang sudah terjadi berhari-hari terjadi di ibu kota provinsi Ghazni. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 personil militer tewas. Taliban mengendalikan sebagian besar kota, dan telah menguasai daerah sekitarnya. Serangan ini jelas merupakan pergerakan besar bagi Mujahidin Thaliban dan itu bukan satu-satunya hal yang terjadi di Afghanistan.

Mujahidin Thaliban melakukan beberapa serangan terkoordinasi sekaligus di beberapa front di seluruh Afghanistan. Serangan tersebut bukan serangan skala kecil di masing-masing front. Selama tiga hari terakhir, lebih dari 200 tentara Afghanistan terbunuh, dan beberapa wilayah berhasil dikuasai Mujahidin Taliban di beberapa front.

Pertempuran bergejolak di Kota Ghazni dan di Distrik Ajristan, jauh ke Barat dari pusat kota. Tentara komando Afghanistan diserang, dan antara 40 dan 100 tewas. Angka pastinya tidak jelas, tetapi hanya 22 orang yang selamat yang kembali sejauh ini.

Baca Juga:

BEBERAPA MILITAN ISIS MENYERAH DAN DITANGKAP DI SURIAH

ISRAEL RENCANAKAN EKSEKUSI PEMIMPIN SENIOR HAMAS

Pasukan khusus Imarah Islamiyah (Thaliban) dengan menggunakan teknologi canggih yang diterjunkan dalam pertempuran malam hari di provinsi Ghazni.

Thaliban semakin mampu menyerang pasukan musuh menggunakan kacamata penglihatan malam dan laser.
Dengan alat tersebut memungkinkan Mujahidin Thaliban untuk melakukan manuver pasukan di malam hari yang gelap gulita, mampu melacak helikopter koalisi dan laser inframerah pada senapan pasukan Amerika.