ISIS MEMBOM SEKOLAH DI LINGKUNGAN SYI’AH, BANYAK PELAJAR SEKOLAH MENENGAH YANG TEWAS

duniaekspress.com, 17 Agustus 2018. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri di sebuah sekolah di Kabul pada Rabu (15/8). Amaq News Agency pertama menerbitkan pernyataan singkat tentang serangan itu. Tim media khalifah kemudian membuat pesan kedua yang lebih panjang, mengklaim bahwa 200 Syiah dari komunitas Hazara Afghanistan tewas atau terluka dalam ledakan itu.

Media ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut

Pemerintah Afghanistan mengumumkan kejadian tersebut dengan jumlah yang berbeda baru-baru ini bahwa sekitar 34 orang tewas dan puluhan lainnya terluka.
Namun berita di lapangan menyebutkan 48 orang, mayoritas pelajar, tewas ketika ledakan bunuh diri ini terjadi.
Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan mencatat jumlah korban 48 orang tewas dan 67 orang terluka tetapi Juru bicara, Wahid Majroh, mengatakan angka-angka itu tidak final dan bisa meningkat lebih jauh.

Pembom tersebut menargetkan bangunan sekolah Mawoud di lingkungan Syiah di Dasht-i Barcha di mana sekelompok pelajar pria dan wanita, semua lulusan sekolah menengah, sedang belajar untuk ujian masuk universitas.

Ahmad Sharifi keluar dari kelasnya pada hari Rabu untuk membeli sebotol air ketika dia mendengar ledakan keras yang “mengguncang dinding” sekolahnya di sebelah barat ibukota Afghanistan, Kabul.
Remaja berusia 15 tahun itu dapat mendengar jeritan para siswa di dalam kelas.
Dia dengan cepat menyadari itu adalah serangan bom.
“Saya lari secepat yang saya bisa keluar dari sekolah ketika saya mendengar ledakan. Saya berdiri di luar beberapa meter dari sekolah dan melihat banyak siswa yang terluka berlari keluar,” katanya.

Taliban dengan cepat menyangkal keterlibatan dalam peristiwa ini. Tetapi ISIS Wilayah Khorasan, yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan, telah biasa melakukan pembunuhan warga sipil Syiah secara brutal, mereka sering menyerang dan membom sekolah,  masjid, demonstran, dan fasilitas lain yang sering dikunjungi oleh kelompok minoritas.
“Para martir” kelompok ISIS adalah penyebab utama korban sipil di ibukota Afghanistan dan daerah sekitarnya.

RUBAH HUKUM WARIS AL-AZHAR PERINGATKAN TUNISIA

MENJADI PEMIMPIN YANG JUJUR

PERBEDAAN MANHAJ

Berbeda dengan ISIS, al-qaeda baik dari zaman Syaikh Usamah sampai sekarang tidak pernah menganggap kekafiran syi’ah dalam satu tingkatan sehingga tidak layak untuk ditargetkan secara individu.
Jika kita melihat pendapat ulama-ulama dan buku-buku karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, kita akan mendapatkan bahwa keadaan Syiah berbeda-beda dan bertingkat-tingkat, ada yang kafir dikarenakan mempertuhankan Ali, Hasan dan Husein dan sampai kepada yang hanya sekadar mempunyai pendapat bahwa mereka bertiga memiliki keutamaan, dalam hal ini mereka ada yang kafir dan tidak, dan ini adalah pendapat yang rajih (kuat).

يقول شيخ الإسلام : (ومن أهل البدع من يكون فيه إيمان باطنًا وظاهرًا لكن فيه جهل وظلم حتى أخطأ ما أخطأ من السنة، فهذا ليس بكافر ولا منافق ثم قد يكون فيه عدوان وظلم يكون به فاسقا أو عاصيا، وقد يكون مخطئا مغفورا له خطؤه، وقد يكون مع ذلك معه الإيمان والتقوى ما يكون معه من ولاية من الله بقدر إيمانه وتقواه).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di dalam matan hadist iftiraq : “Diantara ahlu bid’ah ada orang yang didalamnya beriman baik secara batin dan lahir akan tetapi didalamnya ada kebodohan dan kezhaliman, sehingga ia pun berbuat kesalahan yang menyalahi sunnah, maka yang seperti ini tidak dikafirkan dan tidak pula divonis munafik, kecuali jika mereka telah mengadakan permusuhan, berbuat zhalim yang sampai pada tingkatan fasiq dan membangkang. Untuk itu, dalam keadaan seperti ini, maka orang yang salah memiliki kesempatan untuk diampuni sesuai kadar kesalahannya dan sesuai kadar keimanan dan ketakwaan pada dirinya dan bersamaan dengan itu ia masih memiliki hak atas wala’ /loyalitas dari Allah menurut kadar iman dan taqwanya.”
Syaikh Ayman Azh-Zhawahiri didalam Taujihatul Ummah:

“Tidak memerangi sekte-sekte menyimpang seperti Rafidhah (Syiah Imamiyah Itsna ‘Asyariah), (Syiah) Ismailiyah, (Ahmadiyah) Qadiyaniyah dan sufi yang menyimpang selama sekte-sekte sesat tersebut belum memerangi Ahlus Sunnah. Jika sekte-sekte sesat tersebut memerangi Ahlus Sunnah, maka Ahlus Sunnah hendaknya melakukan pembalasan sebatas kepada pihak yang melakukan penyerangan kepada mereka dari sekte-sekte sesat tersebut. Dengan tetap menjelaskan bahwa kita (Ahlus Sunnah) sekedar membela diri, dan kita harus menghindari dari menyerang penganut-penganut sekte sesat tersebut yang bukan tenaga tempur [wanita, anak-anak, orang jompo] dan keluarga [anak-istri] mereka yang berada di rumah-rumah mereka, rumah-rumah ibadah mereka, tempat perayaan dan perkumpulan sekte mereka. Hal itu dengan tetap terus-menerus menjelaskan dan membongkar kesesatan-kesesatan akidah dan perilaku mereka”.

Sebagaimana juga dikatakan oleh Syaikh Ayman Azh Zhawahiri : Adapun di tempat-tempat yang berada di dalam kekuasaan dan pemerintahan mujahidin, maka sekte-sekte sesat ini diperlakukan dengan hikmah, setelah dilakukan dakwah, penyadaran dan penyingkapan syubhat-syubhat mereka, memerintahkan hal yang ma’ruf dan mencegah hal yang mungkar dengan cara yang tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar dari kemungkarannya, seperti jika menyebabkan mujahidin diusir keluar dari wilayah-wilayah tersebut, atau membangkitkan perlawanan mayoritas rakyat kepada mujahidin, atau menimbulkan fitnah (kekacauan) yang dimanfaatkan musuh-musuh mereka (Amerika dan sekutunya) untuk menginvasi wilayah-wilayah tersebut”. (Yayasan Media As-Sahab. Sumber: Al-Fajr Media Center)

Dari itu kita tidak akan dapati Al-Qaeda baik dulu maupun sekarang membom sekolah atau masjid syi’ah.

BENARKAH AL-QAEDA TIDAK MENGKAFIRKAN SYI’AH?

KRITIK SYAIKH USAMAH TERHADAP AMALIYAT DI NEGERI-NEGERI KAUM MUSLIMIN

SYAIKH USAMAH PERNAH BERKOALISI DENGAN IRAN

(AZ)