Duniaekspress.com (17/8/2018)- Seorang jurnalis Palestina ditangkap oleh pasukan penjajah Israel kemarin pagi di kampung halamannya di Burham, sebelah utara Ramallah, di Tepi Barat.

MEMO melaporkan pada Hari Kamis, Ali Dar Ali, seorang jurnalis dan reporter untuk saluran berita Palestina yang dikelola Otorita Palestina, telah menayangkan secara live dua video tentara Israel yang beroperasi di sebuah kamp pengungsi Palestina dekat Ramallah pada Selasa pagi.

Atas penayangan vidio tersebut, Dar Ali kemudian dituduh pihak Israel telah menghasut kekerasan terhadap tentara (Israel, red), tuduhan yang dibantahnya, namun ia tetap ditangkap keesokan paginya.

Baca Juga:

MASJID DI BIRMINGHAM JADI SASARAN AKSI TEROR

ISIS MEMBOM SEKOLAH DI AFGHANISTAN, PULUHAN PELAJAR TEWAS

Palestine Broadcasting Corporation (PBC) telah memprotes penangkapan dan penahanan Dar Ali, bersikeras bahwa “langkah-langkah ini dimaksudkan untuk membungkam suara Palestina dan meredupkan gambar bahwa [militer Israel] telah melakukan kejahatannya tanpa terdengar …tindakan ini tidak akan menghalangi kami atau menghentikan kami dari melakukan kewajiban nasional kami terhadap tujuan kami,”

Dar Ali adalah jurnalis Palestina ketujuh yang ditangkap dalam waktu dua minggu sebagai bagian dari operasi Israel yang sedang berlangsung melawan saluran berita lokal. Sejak 30 Juli, sejumlah penggerebekan dan penangkapan telah dilakukan oleh militer Israel di seluruh Tepi Barat setelah Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman menyatakan bahwa Al-Quds TV sebagai organisasi teroris.

Koordinator Program Komite Perlindungan Jurnalis Timur Tengah dan Afrika Utara (CPJ) Sherif Mansour, menyatakan pekan lalu bahwa “mengumumkan outlet media sebuah organisasi teroris menambah tindakan kekerasan terbaru negara terhadap wartawan Palestina. Kami menyerukan kepada otoritas Israel untuk mengungkapkan dakwaan terhadap tujuh jurnalis yang ditangkap selama seminggu terakhir atau membebaskan mereka dan memungkinkan mereka untuk bekerja dengan bebas,”