Duniaekspress.com (17/8/2018)- Putra ulama Saudi Salman Al-Audah, mengatakan pada Rabu malam bahwa ayahnya Shaikh Salman al-Audah, telah dipindahkan dari Penjara Dhahban di Jeddah ke penjara Al-Hair di Riyadh untuk persidangan rahasia.

“Ayah saya menghubungi kami dan memberi tahu kami tentang perpindahan secara mendadak dari Penjara Dhahban di Jeddah ke penjara Al-Hair di Riyadh.
kata Abdullah al-Audah dalam akun twitternya, yang dikutip MEMO, Jum’at (17/8/2018).

“Dia tidak tahu apa-apa tentang alasan pemindahannya. Seorang petugas penjara mengatakan kepada kami bahwa ada persidangan rahasia, ayah saya tidak mengetahui rincian tentang persidangan itu atau tuduhan yang diarahkan padanya.” tambahnya.

Baca Juga:

HUKUM MENGHORMATI DAN MENCINTAI ULAMA DAN KEMUNCULAN ULAMA SU’

Putra Al-Ouda mengungkapkan ketidakpercayaan keluarganya atas pengadilan rahasia yang dilakukan tanpa taun secara jelas dan kehadiran pengacara, atau organisasi dan pihak independen, atau bahkan dakwaan yang jelas. Dia menuntut pertanggungjawaban pemerintah Saudi untuk keselamatan ayahnya.

Akun twitter Prisoners of Conscience, yang mengkhususkan diri dalam melaporkan berita tahanan di Arab Saudi, mengungkapkan kembali kekhawatiran tentang dipindahkannya beberapa shaikh dari Penjara Dhahban ke Penjara Al-Hairy Al-dalam persiapan untuk persidangan rahasia dengan undang-undang terorisme, yang pasti akan menyebabkan hukuman penjara yang panjang.

Berita Terkait:

OTORITAS SAUDI TANGKAP SHEIKH NASSER AL-OMAR

SAUDI TANGKAP SYAIKH ABDELAZIZ AL FAWZAN

KRITIK PEMERINTAH, SAUDI BUNGKAM PARA ULAMA

Pada bulan Januari, Amnesty International meminta otoritas Saudi untuk membebaskan Al-Audah di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kondisi kesehatannya.

Penjara Al-Hair, yang terletak 40 km di selatan Riyadh, adalah penjara terbesar di Arab Saudi dan dianggap sebagai penjara yang dijaga paling ketat di Arab Saudi.

Penjara dibuka pada tahun 1983 dan diawasi oleh Dinas Rahasia Saudi. Sebagian besar tahanannya adalah narapidana dari kasus teroris, termasuk mereka yang melakukan serangan Al-Qaeda di Arab Saudi.

Sejak diresmikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi pada Januari 2017, Mohammad Bin Salman telah meluncurkan kampanye penangkapan berskala besar yang melibatkan banyak aktivis hak asasi manusia, wartawan, orang-orang dalam bisnis dan ulama moderat.