SERANGAN DRONE KE PANGKALAN UDARA RUSIA HMEIMIM MENINGKAT PADA BULAN INI

duniaekspress.com, 18 Agustus 2018.
Juru bicara Departemen Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan, hanya dalam satu bulan, aset pertahanan udara mereka telah diserang 45 drone yang menargetkan pangkalan udara militer Hmeimim di provinsi Latakia. Pangkalan udara Rusia tersebut berfungsi sebagai pusat utama untuk operasi militer Rusia di Suriah.

Konashenkov mengatakan pada Kamis (16/8), bahwa walau drone itu tampak primitif, mereka menggunakan teknologi canggih dan memiliki jangkauan hingga 100 kilometer. Semua serangan pesawat tak berawak ke Hemeimeem diluncurkan oleh militan yang bermarkas di provinsi utara Idlib, Konashenkov mengatakan.

Kerusakan yang dihasilkan dari serangan drone

Dia menambahkan bahwa militan tidak akan bisa mengumpulkan drone tanpa bantuan dari luar, tetapi dia tidak menjelaskan siapa yang mungkin membantu mereka.

100 JUTA DOLAR UNTUK PROYEK ANTI-ISIS

HUKUM MENGHORMATI DAN MENCINTAI ULAMA DAN KEMUNCULAN ULAMA SU’

Pada 15 Juli lalu, pasukan Rusia menggagalkan upaya penyerangan pangkalan udara Hmeimim di provinsi Lattakia di Suriah barat oleh pesawat udara tak berawak (UAV) yang bersenjata.  Menurut sumber lokal, sistem pertahanan udara Rusia menembak jatuh beberapa UAV di atas pangkalan tersebut. Biasanya, pasukan Rusia menggunakan sistem pertahanan udara permukaan-ke-udara Pantsir-S1 untuk mencegat UAV. Sistem senjata buatan Rusia ini telah mencegat lusinan UAV bersenjata sejak awal tahun ini.

Sistem pertahanan udara rusia Pantsir-S1

UAV bersenjata biasanya diluncurkan dari zona de-eskalasi di gubernuran utara dari Idlib. Pengamat setempat percaya bahwa militan radikal Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) berada di balik serangan ini dengan harapan dapat mengganggu operasi pemboman dari udara yang dilakukan oleh militer Rusia.

(AZ dari berbagai sumber)