Duniaekspress.com. (18/8/2018). – Riyadh – putra dari pemimpin pertama al-qaidah,  Hamza Bin Usamah Bin Ladin rahimahullah, yang kini berusia 29 tahun, putra almarhum Syaikh Usamah Bin Lain, baru-baru ini dikabarkan menikahi seorang putri dari tersangka pembajak pesawat 9/11, menurut para saudara tiri Syaikh Usamah bin Ladin seperti dikutip The Guardian.

Nama mempelai wanita belum diungkapkan, tetapi outlet media berspekulasi ini bisa menjadi warga negara Mesir di akhir remaja atau awal 20-an, putri Muhammad Atta rahimahullah, salah satu pemimpin serangan 11 September 2001 atau di Barat dikenal sebagai 9/11 dan yang secara pribadi menabrak menara utara World Trade Center di New York City.

“Kami telah mendengar dia telah menikahi putri Muhammad Atta,” Ahmad al-Attas, saudara tiri Syaikh Usamah Bin Ladin, mengatakan. “Kami tidak yakin di mana dia berada, tetapi bisa jadi Afghanistan.”

poto : Hamza bin osama bin laden

Ahmad dan saudara tiri Syaikh Usamah Bin Ladin lainnya, Hassan al-Attas, mengatakan bahwa Hamza bin osama bin laden telah menempati posisi senior dalam jajaran tandzim Al-Qaidah dan diyakini menjadi orang kedua dalam komando bagi kepemimpinan kelompok tersebut saat ini.

Hamza bin osama bin laden sebelumnya membuat pernyataan publik yang mendesak para pengikut untuk berperang di Washington, London, Paris dan Tel Aviv.

Berbicara kepada The Guardian, saudara-saudara Syaikh Usamah mengklaim Hamza berencana untuk membalas kematian ayahnya, yang ditembak oleh pasukan khusus Angkatan Laut AS selama penggerebekan di Abbottabad, Pakistan pada tahun 2011.

Hamza adalah putra Khairiah Sabar, salah satu dari tiga istri Syaikh Usamah Bin Ladin rahimahullah yang masih hidup, yang tinggal bersamanya di kompleks Abbottabad sebelum penggerebegan. Salah satu putra Syaikh Usamah bin Ladin lainnya, Khalid terbunuh dalam serangan Abbottabad. Yang ketiga, Saad, dibunuh oleh serangan pesawat tak berawak pada tahun 2009, The Guardian melaporkan.

Setelah serangan 2011, para istri Syaikh Usamah Bin Ladin pergi ke Arab Saudi dan diberi perlindungan di negara itu. Pada saat itu keluarga dilaporkan diberi larangan perjalanan yang panjang oleh otoritas Saudi yang ingin “mengendalikan” keluarga Syaikh Usamah bin Ladin, menurut The Sun. Hari ini, bagaimanapun, keluarga itu bebas bergerak di luar kerajaan, kata surat kabar tersebut. (AB).

sumber : The Guardian

 

Baca juga, HAMZAH SANG PENERUS BIN LADEN