Dua peserta aksi kepulangan tewas akibat luka tembak oleh militer Israel sementara ratusan peserta aksi lainnya menderita luka-luka

Duniaekspress.com (18/8/2019)- Petugas medis Gaza melaporkan, serangan pasukan Israel telah menewaskan dua warga Palestina dan melukai puluhan orang lainnya yang terlibat dalam aksi protes yang berlangsung pada hari Jum’at (17/8) di perbatasan Gaza.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Al-Qudra, seperti yang dikutip MEMO, Sabtu (18/8) mengatakan bahwa dua orang yang gugur tersebut adalah Karim Abu Fattair berusia 30 tahun dari Al-Bureij, dan Sa’di Akram Muammar yang berusia 26 tahun dari Rafah.

Lebih dari 20.000 orang berpartisipasi dalam pawai aksi kepulangan, yang berlangsung dibeberapa ratus meter dari pagar yang membatasi antara Gaza dan wilayah ilegal Israel, saksi dilapangan mengatakan puluhan orang mendekat dengan beberapa ban yang menyala.

Baca Juga:

SERANGAN DRONE KE BANDARA MILITER RUSIA, HMEIMIM MENINGKAT

100 JUTA DOLAR UNTUK PROYEK KOALISI ANTI ISIS

Dari data petugas medis Gaza melaporkan, dua orang tewas dan melukai sedikitnya 270 warga Palestina lainnya, 50 dari mereka terluka akibat peluru tajam. Dari yang terluka, 166 dirawat di rumah sakit lapangan, sementara 104 dipindahkan ke rumah sakit di Gaza. Sembilan belas anak dan sembilan paramedis termasuk di antara mereka yang ditargetkan.

Gugurnya dua orang Palestina pada Jumat ini, menambah panjang daftar orang yang gugur semenjak dimulainya “Aksi Kepulangan”. Menurut data 170 orang warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel sejak protes dimulai pada 30 Maret lalu.

Aksi yang dinamakan Aksi Kepulangan atau Great Return March ini adalah aksi mendesak untuk dikembalikan hak atas tanah orang Palestina yang direbut oleh penjajah Israel dalam perang tahun 1948.