Sebuah bom mobil meledak kemarin di markas National Liberation Front (NLF)  di Jabal Arba’in, kafrlateh, pedesaan kota Ariha, selatan provinsi Idlib.  Ledakan menewaskan beberapa orang termasuk petinggi kelompok tersebut yang bernama Abdul Radwan Al -Bakri aka “Abu talhah” bersama dengan beberapa tokoh lainnya, demikian pengumuman resmi kelompok tersebut. Beberapa aktivis menyebut bom tersebut ulah kelompok ISIS yang suka menargetkan kelompok perlawanan lainnya, yang mana kelompok ini juga pernah memerangi ISIS.

Saksi-saksi warga setempat menyebutkan bahwa ledakan berasal dari bom yang dipasang ke mobil. Belum ada kelompok yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

HAYAT TAHRIR AL SHAM KEMBALI TANGKAP PENGKHIANAT

4000 TRILIUN YANG DIDAPAT AS DARI HASIL JUALAN ISIS KEPADA KOALISI NYA

Kelompok ini dulunya bernama SLF (Syirian Liberation Front) yang merupakan gabungan antara ahrar sham dengan Nurudin Zankie, lalu berergabung lagi bersama kelompok-kelompok lain yang pro Turki membentuk NLF.

Beberapa waktu lalu HTS merebut markas NLF di pinggir aleppo, merampas persenjataan mereka dan menangkap tokoh-tokohnya atas tuduhan hendak melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah rezim seperti yang terjadi di Daraa, dimana merupakan pangkal kekalahan pejuang perlawanan di Daraa. Juga pada 6 Agustus lalu NLF itu sendiri menangkap 45 anggotanya yang terlibat upaya rekonsiliasi dengan rezim atau membuat deal-deal dengan rezim, sehingga total 60 orang anggota sudah ditangkap.

(AZ dari berbagai sumber)