Pemerintah Israel tolak proposal PBB untuk melindungi warga sipil Palestina khususnya di Jalur Gaza

Duniaekspress.com (19/8/2018)- Israel tolak proposal yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk memberikan perlindungan kepada warga sipil Palestina di wilayah yang diduduki penjajah Israel, setelah 170 warga sipil Palestina di Gaza tewas akibat tembakan militer Israel sejak akhir Maret 2018 lalu.

“Satu-satunya perlindungan yang dibutuhkan warga Palestina adalah dari pimpinan mereka,” ungkap Danny Danone, utusan Israel untuk PBB dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam.

Berita Terkait:

SEKJEN PBB USUL KIRIM PASUKAN PERDAMAIAN LINDUNGI PALESTINA

Dalam proposal yang disebutkan dalam laporan yang disiapkan atas permintaan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Guterres mempresentasikan empat opsi. Yaitu meningkatkan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang Palestina, mengirim pemantau HAM PBB, mengirim pemantau non bersenjata dan menempatkan pasukan keamanan atau pasukan militer yang dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Semua yang akan diwujudkan proposal yang disebutkan dalam laporan tersebut adalah membantu orang-orang Palestina untuk terus melanjutkan penolakan negara Israel.” kata Donone.

Baca Juga:

BOM MOBIL MELEDAK DI MARKAS FAKSI NLF IDLIB

MILISI HOUTHI CULIK AKTIVIS HAM DI HUDAYDAH

Pembentukan pasukan perlindungan internasional ini membutuhkan resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB. Namun Amerika Serikat menggunakan hak veto untuk menghalangi setiap draf reolusi yang ditentang oleh Israel.

Sekretaris Jenderal PBB menjelaskan proposal dalam laporan 14 halaman yang disiapkan atas permintaan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, setelah penindasan Israel terhadap aksi kepulangan, apa yang telah menyebabkan ratusan korban tewas dan puluhan ribu terluka di Gaza sejak Maret lalu.

Sumber: Pusat Informasi Palestina