KESAKSIAN MILITER SAUDI SAAT EKSEKUSI MATI ULAMA’ DAN MUJAHIDIN TERKAIT AL-QAIDAH

Duniaekspress.com. (21/8/2018). – Saudi Arabia – Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan telah mengeksekusi 47 orang yang didakwa kasus terorisme pada Sabtu pagi (02/01) di 12 lokasi berbeda. Empat diantaranya merupakan orang Syiah, adapun 43 orang selainnya adalah orang sunni yang sebagian diantaranya adalah ulama’ dan pejuang yang terkait dengan Al-Qaidah di Jazirah Arab (AQAP).

Dieksekusinya beberapa pejuang sunni itu menyuarakan keprihatinan tersendiri. Sebab sebelumnya, mujahidin AQAP (Al-Qaidah di Semenanjung Arab) pada bulan lalu, telah mengancam akan melakukan aksi pembalasan terhadap pasukan keamanan Saudi jika mereka melakukan eksekusi terhadap sejumlah pejuangnya.

Salah satu mujahid yang dieksekusi adalah Faris al-Shuwail, seorang ideolog terkemuka Al-Qaidah Saudi yang ditangkap pada bulan Agustus 2004. Sementara itu terdapat Syeikh Abdul Aziz At-Thuwaili’iy atau mendapat julukan Mujahid Keyboard dan juga Syeikh Hamad al Humaidy rahimahumullah dan yang lainnya.

Berikut kami terjemahkan tulisan tentang kesaksian dari pihak militer yang hadir dalam eksekusi ulama’ dan sholihin dari Al-Qaidah ini. Yang mana tulisan itu kami dapatkan dari channel Mujahidin “Al-Qoobidun ala ‘jamr” yang kemudian direlay ke channel Mujahidin lainnya. Selamat membaca.

Telah sampai kepada kami kisah tentang pembunuhan ulama’ sunni dan orang-orang shalih oleh Saudi (yang mana disaat bersamaan mereka juga mengeksekusi gembong syiah). Terdapat dua versi kisah yang kami dapatkan, yang mana satu diantaranya saling menguatkan dengan yang lainnya.

Riwayat pertama

Syeikh Hamad al Hamidy bersama 4 orang lainnya telah sampai ke penjara umum dalam keadaan ditutup matanya oleh pihak Saudi. Setelah datang kemudian mereka saling berbisik dan mengatakan bahwa ini adalah tempat pertama mereka dipenjara.

Kemudian penutup mata mereka dilepas dan ternyata didepan mereka sudah ada Hakim Saudi. Ketua hakim itu berkata kepada Syaikh Hamid al Hamidy dan semua tahanan yang bersamanya bahwasannya ia diperintahkan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada mereka, maka mereka menolak putusan itu. Adapun Syeikh Hamad al Hamidy adalah orang yang paling keras menolaknya.

Kemudian mereka diminta untuk menulis suatu wasiat, kemudian setelah itu didatangkan seorang dokter untuk menunjuk titik eksekusi di badan beliau (jantung). Dan adalah beliau merupakan orang pertama yang dieksekusi oleh pemerintah Saudi.

Riwayat kedua

Berkata salah seorang anggota militer Saudi yang ikut melakukan proses eksekusi tersebut.

Eksekusi itu dilaksanakan pada jam 8 pagi di dalam penjara umum. Dan ketika waktu eksekusi akan dilangsungkan, datanglah seseorang berkata kepada mereka agar menuliskan wasiat terakhir, maka mereka (para tahanan) berkata “kami tidak memiliki apa-apa (jadi tidak berwasiat, edt), kami hanya menginginkan air untuk wudhu dan shalat”, kemudian mereka dipersilahkan untuk itu.

Kemudian datanglah orang-orang yang berpakaian hijau dan memakai masker serta seorang dokter untuk menandai bagian tubuh yang hendak dieksekusi yaitu jantung. Kemudian ditembaklah mereka tepat ke arah jantung para tahanan yang divonis mati tersebut. Maka aku (militer Saudi) berbalik ke belakang karena tak sanggup melihat eksekusi itu.

Kemudian ada suatu yang menarik perhatianku yaitu seorang yang bersyahadat dengan suara keras. Dan semua telah rampung ditembak mati kearah jantung mereka kecuali seorang yang harus ditembak dengan 9 tembakan kearahnya (untuk memastikan kematiannya, red).

Kemudian tiba-tiba tercium bau harum di tempat eksekusi itu, aku pun bertanya kepada orang di dekatku “siapa yang memakai parfum dengan bau harum seperti ini ?” dan setiap petugas yang menyaksikan eksekusi itu bertanya-tanya serta takjub dengan bau harum yang tiba-tiba ada di sekitar mereka.

Kemudian temanku memanggilku dan mendekat kepada orang-orang yang telah selesai dieksekusi mati itu dan ternyata bau harum itu bersumber dari mereka. Aku melihat mereka semua mengacungkan jari telunjuknya symbol dari syahadat tauhid.

Maka aku bertanya-tanya kepada diriku sendiri, “Apakah mereka ini yang disebut-sebut (oleh media Saudi dan pemerintahannya) sebagai khawarij ?” (RR)

sumber : Al-Qoobidun ala ‘jamr/lasdipo

 

Baca juga, SAUDI TUDING IRAN BANTU PEJUANG AL-QAIDAH