Duniaekspress.com (29/8/2018)- Polisi Belanda Selasa menangkap seorang pria yang dicurigai merencanakan serangan terhadap politisi sayap kanan Geert Wilders setelah dia mengumumkan untuk mengadakan kompetisi kartun Nabi Muhammad.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah menangkap tersangka yang tidak dikenal di stasiun kereta api utama di Den Haag.

“Dia sedang ditanyai dan diperkirakan akan tampil di hadapan hakim pada hari Jumat,” kata kepolisian Belanda, seperti yang dikutip Al-Jazeera, Selasa (28/8/2018).

Polisi mengatakan mereka telah diberitahu oleh sebuah video di Facebook di mana pria 26 tahun itu berbicara tentang rencana penyerangan anggota parlemen anti-Islam Wilders, serta parlemen Belanda.

Baca Juga:

PAKISTAN KUTUK DIRENCANAKANNYA KONTES KARIKATUR NABI

Wilders, yang mengumumkan rencana untuk kompetisi kartun Muhammad awal tahun ini, mengatakan dia telah diberitahu tentang recana pembunuhan terhadap dirinya oleh polisi kontra-terorisme Belanda, NCTb.

“Saya diberitahu oleh NCTb pagi ini bahwa seorang pria di Facebook mengatakan bahwa dia telah tiba di Belanda untuk tujuan membunuh saya,” kata Wilders melalui akun Twitter-nya.

Baca Juga:

ISRAEL MEMPERLUAS TEMBOK RATAPAN, AL-AQSHA TERANCAM

INI DIA RENCANA ISRAEL DIBALIK DIPERLUASNYA TEMBOK RATAPAN

Politisi anti-Islam Belanda Geert Wilders kembali membuat ulah yang memicu kemarahan umat Islam seluruh dunia. Pria berambut putih itu mengumumkan akan mengadakan kontes kartun Nabi Muhammad di Parlemen Belanda.

Pemimpin Partai Kebebasan (PVV) itu mengumumkan kontes tersebut di semua akun media sosial miliknya, sehari sebelum hari raya Idul Fitri. Semua kartunis dari seluruh dunia berhak mengikutinya.

Kontes ini telah direstui penyelenggaraannya oleh Badan Anti-Terorisme Belanda, NCTb. Kartunis Amerika Bosch Fawstin, pemenang kontes serupa di Texas pada 2015, disebut akan menjadi jurinya.

Perdana Menteri Pakistan yang baru terpilih Imran Khan berjanji untuk membawa masalah ini ke Majelis Umum PBB pada bulan September.

“Sangat sedikit orang di Barat yang memahami rasa sakit Muslim yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan penghujatan seperti itu,” kata Khan pada hari Senin.

Pekan lalu, kantor luar negeri Pakistan memanggil duta besar Belanda untuk mengajukan protes, menyatakan “keprihatinan mendalam atas upaya yang disengaja dan jahat ini untuk mencemarkan nama baik Islam”.