Ulama ISIS pun mencap kafir aman abdurrahman

 

Duniaekspress.com. (30/8/2018). Fenomena kaum ghuluw (ekstrim) yang terjangkiti faham khawarij modern, yang terlalu mundah mencap kafir/murtad kepada siapa saja diantara kaum muslimin yang dianggap berbeda faham dengan mereka, mereka tidak segan-segan mencap kafir sekali pun orang tersebut di jajaran jama’ahnya. tidak mengherankan jika di dalam daulah yang mereka bentuk dikisruhkan dengan benturan saling mengkafirkan diantara mereka. Di masa awal terbentuknya daulah ISIS, perseteruan dalam masalah takfir antara ulama ISIS, syaikh Turki al binali dan para pengikutnya dengan syaikh al-hazimy bersama pengikut setianya, yang berujung saling bunuh diantara mereka. perseteruan pun belum berakhir dengan saling bunuh sesama mereka, sampai sekarang pun perseteruan tak kunjung usai. sebagaimana dalam kasus yang masih hangat, Pencapan kafir oleh salah satu ulama rujukan daulah ISIS, syaikh Abu Maysaroh Al Qohtony aka Abu Tsabitah kepada tokoh ulama ISIS indonesia Aman abdurrahman, sebagaimana terungkap dalam sebuah tulisan berikut ini :

BERTAUBATLAH DENGAN JUJUR!

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al qur’an yang tidak ada keraguan di dalamnya. Salam serta shalawat semoga terlimpah kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti risalah yang beliau bawa.

 

Amaba’du

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

 

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.(QS At Taubah :119).

 

Risalah singkat ini ditulis oleh seorang hamba yang faqir ilmu kepada Abu Maysaroh Al Qohtony aka Abu Tsabitah  (semoga Allah menjaganya ).

Telah sampai kepada kami bayan pertobatan yang telah engkau tulis mengenai ketergelinciranmu  mengikuti faham ghulat. Tentang bayan yang engkau sampaikan tentunya menggembirakan bagi kami. Namun ada beberapa hal yang kiranya engkau bisa memperjelasnya.

 

Hasil gambar untuk aman abdurrahman

Foto : saat aman abdurrahman berpelukan dengan seorang polisi yang menjadi korban serangan thamrin

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini telah terjadi kegaduhan di daulah islam dalam persoalan manhaj karena bercokolnya para ghulat di Lajnah Mufawwadhoh. Kegaduhan tersebut juga berdampak di Indonesia sehingga terjadi pertikaian dan perpecahan sesama ikhwan anshor daulah islam. Dan engkau turut memiliki andil besar atas kejadian ini, dikarenakan engkau aktif memposting pemikiran ghulat kepada ikhwan anshor daulah islam di negeri ini melalui media sosial.  Walaupun akhirnya engkau menyatakan tobat dari perbuatanmu.

Pada awalnya aku sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti perkembangan kegaduhan tersebut, karena aku bukan orang yang aktif di dunia maya. Email, akun facebook, Tweeter atau pun instagram,  tidak saya miliki. Sehingga saya tidak pernah mengikuti forum debat di dunia maya. Dan aku pun bukan orang yang memiliki kapasitas keilmuan yang cukup untuk turut serta berbicara dalam persoalan yang sedang ramai tersebut.

Adapun hal yang mendorong saya untuk tahu persoalan tersebut adalah karena munculnya postingan yang engkau buat yang mengkafirkan Syaikhuna Aman Abdurrahman -Fakallahu Asrah -.Yang kedua adalah karena banyaknya pertanyaan dari ikhwan tentang masalah-masalah tersebut yang mereka menyebut nama Abu Maysaroh Al Qohtony. Adapun mengenai bayan yang telah engkau sampaikan ada beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada para ikhwan, di antaranya adalah :

 

1.Mengapa engkau tidak merinci bayan pertobatan yang engkau buat? ,Padahal postingan yang mengusung pemikiran ghullat yang engkau kirim jumlahnya sangat banyak. Bukankah engkau telah menuntut Syaikhuna Aman Abdurrahman -Fakallahu Asrah -untuk merinci ruju’ dan tobatnya? ,dan engkau tetap mengkafirkannya sekalipun beliau telah membuat bayan padahal keadaan beliau dalam kesempitan sehingga selembar kertas dan sebuah pena pun tidak bisa sampai kepada beliau. Maka saya yakin engkau lebih lapang keadaannya dan lebih memiliki banyak waktu untuk merinci pertobatanmu. Jika engkau memiliki banyak waktu untuk membuat risalah yang cukup panjang untuk mentakfir Syaikhuna Aman Abdurrahman -Fakallahu Asrah-,maka tentu engkau juga punya banyak waktu untuk merinci bayanmu.

Allah ta’ala berfirman :

 

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ * إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

 

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [QS. Al-Baqarah : 159-160].

 

Hasil gambar untuk aman abdurrahman

Foto : aman abdurrahman bersama asludin pengacara

Berhati-hatilah, “lisanmu bisa memenggal lehermu” !.

 

2.Salah satu masalah kegaduhan yang engkau memiliki andil besar adalah pengkafiranmu terhadap Syaikhuna Aman Abdurrahman -Fakallahu Asrah -.Namun aku tidak menjumpai pada bayanmu yang mencabut takfirmu kepada beliau. Dan juga tidak ada permohonan ma’af dari engkau kepada beliau. Apakah memang benar seperti yang disampaikan oleh Saudara saya Syamsul Hadi aka Abu Hatim -semoga Allah menjaganya – bahwa engkau adalah orang yang kibr dan memiliki kedengkian kepada Syaikhuna Aman Abdurrahman -Fakallahu Asrah -?.

 

 

3.Mengapa bayan pertobatanmu baru muncul setelah ada bayan dari Akhina Syamsul Hadi aka Abu Hatim -semoga Allah menjaganya – yang isinya menohok dan seakan membongkar kedokmu? .

 

Dan mengapa engkau tidak segera ruju’ setelah junud daulah islam menangkap  gembong Ghulat Abu Marom Al Jazairy dan Abu Hafs ?.

Atau kenapa engkau tidak segera membuat bayan setelah ditariknya ta’mim yang berjudul,”agar binasa orang yang binasa dengan kejelasan “?. Tapi engkau justru membuat bayan hanya beberapa jam setelah bayan yang dibuat oleh Akhina Syamsul Hadi aka Abu Hatim -semoga Allah menjaganya -tersebar di kalangan ikhwan anshor daulah islam di indonesia   sehingga terkesan reaktif.

 

4.Dalam bayan yang engkau buat disebutkan bahwa:

 

“Dan perlu diketahui bahwa ketika selama ini ana menyampaikan atau menyebarkan pemahaman yang  selaras dengan isi ta’mim tersebut tidak lain sebatas karena itu sudah merupakan tugas ana di media daulah islamiyah. Jadi itu bukanlah ijtihad ana pribadi dan demi Allah itu semua tidak lain adalah perintah dari Amir”.

 

Jika pernyataan di atas benar, lalu bagaimana dengan postinganmu berikut ini :

 

🛑 Berikut ini kami tunjukan bukti-bukti perkataan Abu Maysaroh Al Qahthani yang telah mengkafirkan Syaikh Turki Al Bin’ali dan Syaikh Abu Bakr Al Qahthani:

 

Bukti ke 1⃣ :

 

“isinya banyak membantah syubhat si zindiq turki bin ali”

 

“disini saja banyak ikhwah dan syar’iyyin yg juga menyebut dia itu zindiq, karena sampai saat ini dia belum menampakkan pertaubatan dari irja’nya yg telah lalu, (walaupun sempat ada kabar bahwa dia di istitabah, namun bagi mereka yg belum mendengar kabar ini dan tidak ada bayan tentangnya maka tetap menghukumi dia masih seperti yg dulu) dan ternyata memang benar dia masih seperti yg dulu, setelah kemarin ana di kasih tahu oleh murid salah satu syaikh yg ada di lajnah syar’i bahwa dia itu ada banyak catatan qodhiya irja’ yg sedang dikumpulkan oleh syaikh tsb, dan suatu hari nanti akan dijebloskan ke sijn (tapi qodarullah dia keburu qutil), untuk menyusul teman setianya yaitu abu bakr qohthoni yang sekarang  mendekam di sijn amni, karena dia itu menulis bantahan terhadap ta’mim yang 4 lembar itu, dan ternyata dia itu selama ini taqiyyah dari pertaubatannya, alhamdulillah dia menampakkan wujud aslinya, sekarang kita bisa memotong kepala si zindiq murji’ah ini dengan bukti yang nyata.”

 

“wallahi kita disini sedang perang melawan musuh dari dalam ini lebih berat dari pada musuh yang di depan sana. karena para “syar’i” murjiah ini menggerogoti dan mengurai pilar pilar dien ini satu persatu.”

 

Bukti ke 2⃣

 

“turki bin ali mati bukan mati dalam pertempuran, dia mati di mayadin, ada 2 versi cerita,

  1. mati dibunuh rudal drone kuffar
  2. mati dibunuh oleh ikhwah dengan dipasang bom IED di kursi mobilnya”

 

“cerita yang mendekati kebenaran adalah versi kedua, karena dia itu ketika itu mengendarai mobil ber empat, namun setelah ledakan itu yang terbunuh hanya dia sendiri, dan 3 ikhwah lain masih hidup dan sehat2 saja, dan janggal sekali jika dikatakan ini karena serangan drone, sebab kita semua disini sudah banyak melihat mobil yang terkena rudal drone, mobilnya hangus terbakar (kadang hancur berkeping-keping) dan semua penumpang terbunuh atau minimal luka berat.”

 

Aliene:

Alhamdulillah… Dia telah merusak islam pilar demi pilar…tidak ada bayi dilahirkan yang lebih jahat kecuali dia.

 

Dan semoga jika benar mati dibunuh, semoga amal yang membunuhnya diterima Allah jalla wa ‘ala…

 

🛑 Bukti bahwa Abu Maysaroh Al Qahthani mengkafirkan Syaikh Abu Abdil Barr Al Kuwaiti:

 

“bantahan terhadap ta’mim lajnah yang ditulis si zindiq abu abdil barr, dia mati beberapa hari lalu di sijn amniyyin di mayadin, ketika bombardir pesawat”

 

🛑 Bukti Bahwa Abu Maysarah Al Qahthani mengkafirkan Syaikh Abu Malik At Tamimi

 

“ini kaitan dengan abu malik”

 

“dia itu tidak mengkafirkan orang yang tawaquf terhadap takfir musyrikin, tidak ada bedanya dengan  abu bakr qohthoni dan turki bin ali”

 

🛑 Bukti Pengkafiran Abu Maysarah Al Qahthani terhadap para Masyayikh Daulah Islamiyyah

 

Genc Arislan:

  1. syaikh alqahtani
  2. syaikh abu malik attamimi
  3. syaikh turki
  4. syaikh abu umar zaidan
  5. syaikh abu bilal alharbi
  6. syaikh abu maysaroh ash shami
  7. Syaikh abu bakr albaghdadi.
  8. Syaikh abu muhamad Al Adnani.

 

Para qiyadah ini sefaham masalah takfir.. Beda dengan abu umar alkuwaiti, dan orang orang yang menguasai lajnah di sham khususnya orang orang yang pro kepada abu umar alkuwaiti.

 

Abu umar alkuwaiti ini terdeteksi ghuluw dalam takfir, sehingga beliau di hukum oleh dawlah.

 

Abu Maysarah Al Qahthani:

 

“nomor 1 sampai 5 itu memang mereka semua satu faham dalam irja’, adapun nomor 6, 7 dan 8  maka itu tidak ada dasarnya, dan itu salah besar.”

 

“syaikh adnani sebelum kematiannya mengatakan bahwa abu bakr qohthoni dan turki bin ali itu murji’ah,

syaikh abu maysaroh syami juga termasuk orang yang mengingkari para murjiah itu,

khalifah jelas sekali mengeluarkan ta’mim yang dikeluarkan oleh lajnah mufawwadhoh, isinya mengingkari pemahaman para murjiah yg disebutkan di nomor 1 sampai 5 diatas, (dan mereka semua itu sudah mati, kecuali abu bilal harbi)”

 

NB : Vonis Zindiq itu maksudnya kafir

 

(KDI MEDIA)

 

Apakah ketika engkau memposting tulisan-tulisan di atas kepada ikhwan anshor daulah islam di indonesia  juga atas perintah amir? . Dan perlu diketahui bahwa itu hanya sebagian kecil dari postinganmu yang telah membuat kegaduhan di kalangan ikhwan anshor daulah islam.

 

Jawaban yang jelas, jujur dan menyejukkan darimu sangat diharapkan. Jika beberapa bulan terakhir ini engkau memiliki banyak waktu untuk menyebarkan paham ghulat, tentu untuk membuat perincian tobatmu agar hilang dzon di kalangan ikhwan anshor daulah islam, engkau juga punya banyak waktu. Itulah sedikit hal yang perlu saya sampaikan. Mohon maaf jika ada kalimat yang tidak berkenan.

Semoga Allah menjaga aku dan engkau untuk istiqomah di atas millah tauhid dan jalan jihad.

 

 

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

 

Pondok Uzlah, 28 Dzulhijjah 1438

Al Faqir

Abu Jaysulhaq Al Fatih

SALING BUNUH DI TUBUH ISIS TERLIHAT PADA LAJNAH MUFAWWADHOH MEREKA

Baca juga, FATWA AMAN ABDURRAHMAN TERKAIT BOM DI SURABAYA