Duniaekspress.com (31/8/2018)- Geert Wilders, pemimpin oposisi anti-Islam di Belanda, akhirnya membatalkan kompetisi karikatur yang menggambarkan Nabi Muhammad yang memicu protes di Pakistan dan kemarah umat Islam diseluruh dunia.

Politisi sayap kanan, yang dikenal karena pidato-pidatonya yang keras dan anti terhadap imigrasi dan Islam, mengatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak ingin orang lain terancam oleh kontes yang dia rencanakan untuk bulan November.

“Untuk menghindari risiko korban kekerasan, saya memutuskan untuk tidak membiarkan kontes kartun berlangsung,” katanya dalam pernyataan tertulis, yag dikutip Al-Jazeera (30/8/2018). Dalam pernyataanya tersebut Wilders juga mengklaim telah menerima ancaman pembunuhan.

Kompetisi karikatur yang dijadwalkan itu memicu protes di Pakistan dan ancaman pembunuhan dari seorang pria berusia 26 tahun yang ditangkap pada hari Selasa di Den Haag, pelaku dilaporkan seorang berkebangsaan Pakistan,

Berita Terkait:

ACAM SERANG GEERT WILDERS, SEORANG PRIA DITANGKAP

PAKISTAN KUTUK DIRENCANAKANNYA KONTES KARIKATUR NABI

Sebelumnya pada hari Kamis, seorang hakim Belanda memperpanjang dua minggu penahanan pria yang diduga mengancam akan menyerang Wilders.

Jaksa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa hakim investigasi memerintahkan tersangka ditahan, saat ini dia diselidiki atas tuduhan membuat hasutan, ancaman dan membuat persiapan untuk melakukan pembunuhan.

Stijn van Kessel, seorang ilmuwan politik di Queen Mary University of London, mengatakan bahwa kompetisi karikatur itu adalah taktik Wilders untuk mendapatkan perhatian media dalam menghadapi berkurangnya dukungan publik.

“Dia tidak benar-benar tertarik pada kontes kartun, tetapi ini adalah cara baginya untuk menghasilkan perhatian media “dia berharap itu akhirnya akan diterjemahkan menjadi suara,” kata Kessel.

Baca Juga:

1000 TENTARA PEMERINTAH AFGHANISTAN MENYERAHKAN DIRI PADA MUJAHIDIN TALIBAN

BOM MOBIL HANTAM CHECKPOINT DI IRAK

Penggambaran fisik nabi dilarang dalam Islam dan sangat menyinggung kaum Muslim.

Di Pakistan, ribuan orang marah atas rencana Wilders berbaris menuju ibukota, Islamabad, pada hari Kamis.

Sekitar 10.000 pendukung Partai Tehreek-i-Labaik Pakistan memulai pawai pada hari Rabu, menyerukan kepada pemerintah untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Belanda.

Pemerintah Pakistan telah bersumpah untuk memprotes kontes di PBB.