Pasca Ditolak Senat, Operasi AS-Saudi di Yaman Bunuh 26 Anak-Anak

Duniaaekspress.com. (4/9/2018). — Yaman — Kurang dari sehari setelah Partai Republik di Senat Amerika Serikat menolak penghentian serangan Amerika di Yaman setidaknya lebih dari 26 anak-anak tewas akibat pengeboman yang dipimpin Saudi dan didukung AS di bagian barat negara itu.

Kepala lembaga kemanusiaan PBB, Mark Lowcock, dan kepala lembaga pendanaan untuk anak-anak PBB (UNICEF), Henrietta Fore Mengutuk pengeboman yang terjadi dekat pelabuhan Laut Merah Al Hudaydah pada hari Kamis tersebut. Mereka mengatakan bahwa serangan itu -di mana empat perempuan, selain anak-anak, terbunuh- terjadi ketika para korban mencoba melarikan diri dari daerah itu.

“Ini adalah kedua kalinya dalam dua minggu ini adanya serangan udara oleh Koalisi Saudi yang telah mengakibatkan puluhan korban sipil,” kata Lowcock. Ia juga mencatat bahwa serangan udara tambahan di Al Durayhimi pada hari Kamis mengakibatkan kematian empat anak-anak.

Seperti yang dilaporkan New York Times:

“Kritik terhadap Arab Saudi dan mitranya telah berkembang di atas ribuan korban sipil, banyak di antaranya disebabkan oleh amunisi yang ditembakkan dari pesawat tempur koalisi itu. Kelompok-kelompok kemanusiaan dan aktivis antiperang juga mengarahkan kritik kepada Amerika Serikat, sebagai penyedia utama senjata koalisi Saudi, intelijen, teknologi pengisian bahan bakar pesawat dan panduan untuk rudal dan bom”

Hanya dua minggu sebelumnya, seperti yang dilaporkan Common Dreams, serangan udara Saudi lainnya di kota Saada yang kemudian ditunjukkan oleh para penyelidik, juga menggunakan bom buatan AS. Serangan itu menewaskan sedikitnya 40 anak-anak yang naik bus sekolah saat mereka menikmati perjalanan lapangan. Sebagai reaksi atas pembantaian itu, seorang Senator yang marah Chris Murphy menyatakan, dalam semua huruf besar, “Kita baru saja mengebom BUS SEKOLAH.”

“Saya berharap bahwa kemarahan yang mengikuti serangan Saada di Yaman dua minggu lalu akan menjadi titik balik dalam konflik itu. Kemarin dilaporkan serangan di Al-Durayhimi, menewaskan 26 anak, menunjukkan bahwa titik balik itu tidak terjadi,” kata Fore dari UNICEF pada hari Jumat.

“Kematian ini berada di tangan kita, dan banyak lagi anak-anak akan mati di Yaman selama AS mendukung perang yang dipimpin Saudi,” kata Friends Committee on National Legislation, kelompok advokasi anti-perang Quaker, dalam sebuah tweet.

Pembantaian pada 9 Agustus terhadap anak-anak sekolah dalam bus di Saada yang mendorong Senator Murphy pada Rabu pekan ini untuk mendorong pemungutan suara pada amandemennya yang akan memutus dukungan Amerika Serikat terhadap perang koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. Namun Menteri Pertahanan menyatakan bahwa kampanye udara koalisi tidak melanggar hukum internasional dan kebijakan AS yang terkait dengan perlindungan warga sipil.

Partai Republik, yang dipimpin oleh Senator Richard Shelby dari Alabama, keberatan dengan tindakan itu dan tidak akan memberikan suara. Kurang dari dua puluh empat jam kemudian, lebih dari dua lusin anak-anak yang tidak bersalah tewas.

Ketika kelompok advokasi perdamaian, Win Without War, mengatakan: “Sungguh memalukan para Senator yang membiarkan keterlibatan kita dalam perang ini terus berlanjut. Sejarah tidak akan mencatat hal yang baik padamu.”

Naskah ini disadur dari opini yang ditulis oleh Jon Queally, dan dimuat dalam situs web

truthout.org.

Sumber:  truthout

 

Baca juga, PBB: PERDAMAIAN SULIT TERJADI DI YAMAN