Solidaritas untuk Lama Khater dan insan pers Palestina yang saat ini mendekam dalam teralibesi Israel karena dianggap mengancam eksistensi penjajah Israel di Tanah Palestina

Duniaekspress.com (5/9/2018)- Senjata satu-satunya bangsa Palestina yang dianggap legal dunia internasional hanyalah pers. Karena esensi pers Palestina adalah mengungkap fakta kejahatan penjajah zionis Israel. Maka, eksistensi pers Palestina dianggap mengancam eksistensi penjajahan Zionis di tanah Palestina.

Jalan satu-satunya bagi penjajah Zionis Israel untuk menghadapi kebebasan pers adalah dengan menangkapi insan pers dan memenjarakan mereka. Insan pers Palestina adalah “mujahid pena” dengan risiko yang sama dengan mujahid di medang perang

Baca Juga:

PENANGKAPAN LAMA KHATER UPAYA BUNGKAM KEBEBASAN BERBICARA

Sudah sejak lama, banyak insan pers Palestina yang masuk jeruji besi penjajah Zionis Israel. Terakhir adalah kolumnis wanita Palestina Lama Khater (42) dari Hebron. Rabu (29/8/2018) lalu, pengadilan Militer penjajah Zionis, memperpanjang penahanannya untuk kedelapan kalinya berturut-turut dengan dalih penyelesaian proses peradilan.

Lama Khater

Penangkapan Lama Khater oleh militer Israel

Hazem Fakhuri, suami Lama Khater, mengatakan bahwa penjajah Zionis memperpanjang penahanan istrinya untuk kedelapan kalinya atas permintaan jaksa. Dua hari sebelumnya, pasukan penjajah Israel memindahkan Lama Khater dari sel penjara Ashkelon ke penjara Hasharon. Dia mengalami interogasi keras dan terus menerus di pusat penahanan Ashkelon sejak penangkapannya pada 24 Juli 2018.

Baca Juga:

ISRAEL TANGKAP JURNALIS PALESTINA

Disebutkan bahwa pasukan penjajah Israel telah mengarahkan beberapa dakwaan pada Khater. Betapapun kerasnya penyelidikan dan tekanan serta ancaman yang menyertainya masih terus berlangsung pada dirinya, tetapi wanita dengan lima anak ini tetap menolak untuk mengakui tuduhan atas dirinya.

Para aktifis Palestina, Arab dan asing pada hari Jum’at lalu menggelar aksi solidaritas internasional untuk wartawan dan penulis wanita Palestina Lama Khatir. Menurut penggagas, aksi solidaritas ini menggunakan 12 bahasa untuk dipublis, menyoroti penahanan Khater, dan menuntut pembebasannya.

Sumber: Pusat Informasi Palestina