Taliban serukan serang pasukan Belanda sebagai balasan atas rencana lomba gambar Nabi Muhammad

Duniaeskpess.com. (5/9/2018). — Afghanistan — Mujahidin Taliban Menyerukan Untuk Menyerang Pasukan Belanda di Afghanistan Sebagai Balasan Rencana Lomba gambar Nabi Muhammad di Belanda

Mujahidin Taliban mendesak tentara Afghanistan pada hari Kamis (30/8) untuk menyerang pasukan Belanda yang bertugas dalam misi pimpinan NATO sebagai pembalasan atas kontes kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad yang direncanakan oleh partai sayap kanan.

Ancaman Mujahidin Taliban dikeluarkan beberapa saat sebelum Wilders akhirnya mengumumkan pembatalan kontes pada hari yang sama, Kamis (30/8) karena ancaman yang terlalu besar dan bisa memprovokasi kekerasan terhadap orang-orang tak berdosa.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Mujahidin Taliban menyebut kontes itu sebagai aksi penghujatan dan tindakan permusuhan oleh Belanda terhadap semua Muslim.

Pada seluruh anggota pasukan keamanan Afghanistan, “jika kamu benar-benar mengaku sebagai Muslim atau memiliki komitmen terhadap Islam, harus mengarahkan senjata pada pasukan Belanda” atau membantu pejuang Taliban menyerang mereka, kata pernyataan itu.

Sekitar 100 tentara Belanda bertugas di misi NATO dengan kekuatan 16.000 untuk melatih dan menasehati pasukan Afghanistan, menurut kementerian pertahanan Belanda. Sekitar setengah dari pasukan pimpinan NATO terdiri dari orang Amerika.

poto : pasukan belanda di afghanistan yang bergabung dengan NATO

Partai Kebebasan ekstrim Wilders, telah menjadi yang partai terbesar kedua di Belanda, mengumumkan kompetisi tersebut pada bulan Juni, Dia mengatakan bahwa pihaknya memiliki hak untuk menyelenggarakannya di bawah undang-undang kebebasan berbicara.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan bahwa dia tidak mendukung kontes yang direncanakan tetapi dia akan membela hak Wilders untuk melakukannya.

Gambar Nabi Muhammad dilarang dalam ajaran Islam, dan karikatur dianggap oleh sebagian besar Muslim sebagai sangat ofensif.

Pada tahun 2005, sebuah surat kabar Denmark menerbitkan kartun Nabi Muhammad  yang memicu gelombang protes di seluruh dunia. Sepuluh tahun kemudian, orang-orang Islamis menewaskan 12 orang dalam serangan di kantor majalah Prancis Charlie Hebdo, yang telah menerbitkan karikatur yang sama.

Pernyataan Resmi Mujahidin Taliban Soal Lomba Kartun Nabi di Belanda

Menurut beberapa laporan media, ada upaya untuk melecehkan Nabi Muhammad dalam sebuah kartun yang akan dirilis di Belanda.

Imarah Islam mengutuk keras niat dan rencana jahat musuh-musuh Islam tersebut.

Kami juga menyerukan kepada semua negara Islam, Konferensi Islam, organisasi internasional dan dan partai-partai berpengaruh lainnya untuk menghentikan tindakan-tindakan penghujatan seperti itu terhadap Nabi Muhammad (SAW) dan menyinggung perasaan kaum Muslim.

Tindakan-tindakan ini adalah tindakan yang menciptakan kebencian di antara masyarakat, membuka jalan bagi ketidakstabilan dan konfrontasi antar agama dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Musuh-musuh Islam harus memahami bahwa tindakan seperti itu tidak memiliki manfaat dan hanya menunjukkan sifat buruk mereka dan menipu mereka dan sebenarnya tidak akan dapat merusak kedudukan dan kemuliaan Nabi Muhammad (SAW).

 

Seruan Imarah Islam untuk Menyerang pasukan Belanda di Afghanistan

Berkaitan dengan adanya upaya di Belanda untuk melakukan tindakan-tindakan penghujatan terhadap Nabi Muhammad (saw) – dan langkah ini dianggap sebagai tindakan bermusuhan oleh negara ini terhadap semua Muslim.

Belanda memiliki sekitar seratus pasukan yang ditempatkan di Afghanistan dan mereka bekerjasama dengan penjajah Amerika. Imarah Islam menyerukan pada semua organ keamanan, tentara dan polisi Kabul yang aktif, bahwa jika mereka benar-benar mengaku sebagai Muslim atau memiliki komitmen terhadap Islam maka mereka harus mengarahkan senjata mereka pada pasukan Belanda. Atau setidaknya, membuka jalan bagi Mujahidin untuk mencapai mereka sehingga dapat membalas kekejian pasukan kafir ini karena kekurang ajaran mereka terhadap Nabi Muhammad (saw) serta ikut menduduki tanah air kita.

Pemerintah Belanda, rakyatnya, dan semua perusahaannya bertanggung jawab atas kejahatan memilih kebijakan semacam itu melawan Islam di Belanda karena masing-masing dari mereka mampu menghentikan penodaan agama ini tetapi dengan tidak melakukannya, menunjukkan bahwa mereka setuju dengan kejahatan tersebut. (RR)

 

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, MARKAS MILITER BAGHLAN JATUH, MUJAHIDIN TALIBAN RILIS VIDIO KEMENANGAN