Untuk kesembilan kalinya pengadilan Israel perpanjang masa tahanan Lama Khater, seorang pejuang media Palestina

Duniaekspress.com (6/9/2018)- Pengadilan militer Israel di Ofer, Rabu (5/9) kembali memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan seorang penulis wanita Palestina Lama Khater.

“Pengadilan militer Israel telah memutuskan untuk meninjau kasus Lama Khater pada 10 Oktober mendatang,” kata Akram Samarah dari kelompok Pengacara Tawana Palestina, seperti dikutip PIP, Rabu (5/9/2018).

Lama Khater ditangkap dan ditahan pihak penjajah Zionis pada 24 Juli 2018 lalu. Dia menjalani interogasi keras dan berlangsung selama 34 hari di penjara Ashkelon.

Baca Juga:

LAMA KHATER, SIMBOL PEJUANG MEDIA PALESTINA

Pers merupakan satu-satunya bangsa Palestina yang dianggap legal dunia internasional. Karena esensi pers Palestina adalah mengungkap fakta kejahatan penjajah zionis Israel. Maka, eksistensi pers Palestina dianggap mengancam eksistensi penjajahan Zionis di tanah Palestina.

Jalan satu-satunya bagi penjajah Zionis Israel untuk menghadapi kebebasan pers adalah dengan menangkapi insan pers dan memenjarakan mereka. Insan pers Palestina adalah “mujahid pena” dengan risiko yang sama dengan mujahid di medang perang.

Baca Juga:

PENANGKAPAN LAMA KHATER UPAYA BUNGKAM KEBEBASAN BERBICARA

Sudah sejak lama, banyak insan pers Palestina yang masuk jeruji besi penjajah Zionis Israel. Dan yang terakhir adalah kolumnis wanita Palestina Lama Khater. Aktivis pers asal Hebron, wilayah selatan Tepi Barat ini. Pada Rabu (29/8/2018) lalu, diperpanjang penahanannya untuk kedelapan kalinya oleh pengadilan Militer penjajah Zionis, dengan dalih penyelesaian proses peradilan.

Disebutkan bahwa pasukan penjajah Israel telah mengarahkan beberapa dakwaan pada Khater. Betapapun kerasnya penyelidikan dan tekanan serta ancaman yang menyertainya masih terus berlangsung pada dirinya, tetapi wanita dengan lima anak ini tetap menolak untuk mengakui tuduhan atas dirinya.

Para aktifis Palestina, Arab dan asing pada hari Jum’at pekan lalu menggelar aksi solidaritas internasional untuk Lama Khatir. Menurut penggagas, aksi solidaritas ini menggunakan 12 bahasa untuk dipublis, menyoroti penahanan Khater, dan menuntut pembebasannya.