Senjata kimia alan digunakan rezim dan sekutunya sebagai cara satu-satunya untuk rebut Idlib

Duniaekspress.com (8/9/2018)- Marwan Kabalan, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Arab mengatakan, pernyataan pejabat Rusia mungkin menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah berencana menggunakan senjata kimia dalam pertempuran besar untuk rebut Idlib.

“Damaskus tidak dapat mengumpulkan cukup pasukan untuk merebut provinsi itu (Idlib, red), yang menampung sedikitnya 60.000 pejuang oposisi, katanya kepada Al Jazeera, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga:

WARGA TURKI TURUN KEJALAN TOLAK SERANGAN REZIM KE IDLIB

SERUAN GENCATAN SENJATA TURKI DITOLAK RUSIA DAN IRAN

Kabala menambahkan bahwa daerah perkotaan sangat sulit untuk ditembus karena jaringan terowongan bawah tanah yang dibangun oleh kelompok pejuang.

“Satu-satunya cara mereka agar para pejuang keluar dari terowongan adalah dengan menggunakan senjata kimia. Mengapa [Assad] menggunakan senjata kimia di Ghouta, karena itulah satu-satunya cara untuk menang,” tegas Kabalan.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov telah berulang kali menuduh bahwa pejuang Idlib sedang mempersiapkan untuk “melakukan” serangan kimia di Idlib degan tujuan memprovokasi Barat.

“Kami telah memperingatkan mitra Barat kami untuk tidak bermain dengan api,” kata Lavrov.

Baca Juga:

SAUDI KEMBALI TUNTUT HUKUMAN MATI SEORANG ULAMA

TENTARA ISRAEL MAKIN BRUTAL, REMAJA PALESTINA DITEMBAK MATI

Sementara itu, Amerika Serikat telah memperingatkan pemerintah Suriah terhadap penggunaan senjata kimia dan telah mengancam akan respon militer lainnya, pada bulan April, Washington dan sekutu-sekutunya menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak di kota Douma dengan serangan rudal.

Pada hari Kamis, Jim Jeffrey, penasihat khusus di Suriah untuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, mengatakan pemerintah AS memiliki “banyak bukti” bahwa pemerintah Suriah sedang mempersiapkan serangan kimia terhadap Idlib.