THALIBAN KEPUNG AFGHANISTAN UTARA

Duniaekspress.com (11/9/2018)- Anggota kemanan Afghanistan pada hari Senin mengatakan, para pejuang Thaliban telah menewaskan hampir 60 anggota pasukan keamanan Afghanistan yang terkepung dalam serentetan serangan di seluruh utara negara itu.

“Pertempuran sengit semalam di empat provinsi diikuti gelombang kekerasan di seluruh negara yang dilanda perang dalam beberapa pekan terakhir yang telah menyebabkan ratusan warga sipil, polisi dan tentara tewas,” kata Abdul Qayom Baqizoy kepala kepolisian dareha tersebut.

“Setelah merebut pangkalan militer di Sar-e-Pul, pejuang Thaliban mengancam ibukota provinsi itu dalam situasi yang dapat mengakibatkan “bencana” jika bala bantuan tidak dikirim,” tambahnya.

Baca Juga:

YANG MENJADI INDIKASI TALIBAN MENANG MELAWAN AMERIKA DI AFGHANISTAN

PEMERINTAH AFGHANISTAN BUATAN AMERIKA SAAT INI, MENGHADAPI KRISIS KEAMANAN YANG SANGAT SERIUS

Baqizoy membandingkan ancaman terhadap serangan luar biasa Thaliban bulan lalu di ibukota provinsi Ghazni, para pejuang menguasai sebagian besar kota yang terletak hanya dua jam dari Kabul (Ibukota Afghanistan, red) selama berhari-hari.

“Setidaknya 17 pasukan keamanan telah tewas di dekat kota Sar-e-Pul setelah gerilyawan merebut pos pemeriksaan di distrik Sayyad dan membakarnya,” kata Gubernur Provinsi Zahir Wahdat kepada wartawan Senin.

“Pertempuran masih berlangsung di dekat kota dan pemerintah pusat akan mengirim lebih banyak bala bantuan segera,” tambah Wahdat.

Di tempat lain di Afghanistan utara, unit elit Merah Thaliban menyerang beberapa pos polisi di Kunduz, menewaskan sedikitnya 19 perwira dan melukai sekitar 20 orang lainnya, kepala distrik Dasht-e-Archi Nasruddin Saadi mengatakan kepada AFP.

Gerilyawan juga menyerbu dua pos pemeriksaan polisi di distrik Dara-e-Suf di provinsi Samangan, menewaskan 14 petugas, kata juru bicara polisi Afghanistan utara Sarwar Hussaini.

Di provinsi Jowzjan, ratusan pejuang Thaliban menyerbu pusat distrik Khomab, dekat Turkmenistan, menewaskan delapan anggota pasukan keamanan dan merebut kendali markas besar pemerintah, kata wakil kepala polisi provinsi Abdul Hafeez Khashi kepada AFP.