Duniaekspress.com (12/9/2018)- Komite pengadilan Mesir pada hari Selasa (11/9) mengumumkan pembekuan aset lebih dari 1.000 badan amal yang terikat pada organisasi Ikhwanul Muslimin, dari mulai rumah sakit sampai individu kelompok tersebut.

“Dana dari 1.133 badan amal harus dibekukan,” kata komite itu dalam sebuah pernyataan, yang dikutip al-Arabiya, Selasa (11/9/2018).  serta sejumlah entitas lain yang dikatakan dimiliki oleh Ikhwan.

Baca Juga:

MESIR VONIS MATI PETINGGI IKHWANUL MUSLIMIN

PERINGATI 5 TAHUN PEMBANTAIAN RABAA, MESIR TANGKAP 13 ORANG ANGGOTA AL-IKHWAN

Keputusan itu muncul setelah undang-undang disahkan awal tahun ini untuk mengawasi pembekuan aset “teroris” dan “kelompok teroris”.

Ikhwanul Muslimin dilarang dan ditetapkan sebagai organisasi teroris di Mesir pada bulan Desember 2013, beberapa bulan setelah presiden yang terpilih secara demokratis Mohamed Mursi digulingkan militer.

Komite yudisial juga mengumumkan aset 1.589 anggota Ikhwan akan dibekukan, termasuk beberapa pemimpin gerakan.

Sejumlah 118 perusahaan, 104 sekolah, 69 rumah sakit dan 33 situs web dan saluran satelit juga dilanda pembekuan aset.

Baca Juga:

KHALID MISYAL: HAMAS BERUSAHA AKHIRI BLOKADE ISRAEL

ASSAD SETUJUI SERANGAN GAS DI IDLIB

Anggota-anggota Ikhwan termasuk di antara 75 orang yang hukuman matinya yang diputuskan pada Sabtu atas tuduhan bentrokan tahun 2013 antara pasukan keamanan dan pendukung Morsi.

Ratusan lainnya diberikan hukuman penjara yang panjang di salah satu pengadilan massal terbesar di Mesir sejak pemberontakan tahun 2011, dengan 739 terdakwa menghadapi dakwaan.