Duniaekspress.com (16/9/2018)- Muhammad Nazal, anggota biro politik gerakan Hamas mengatakan, sejarah akan mencatat, Kesepakatan Oslo yang ditanda tangani para pimpinan PLO adalah perjanjian terburuk yang membuat bangsa Palestina terjajah.

Dalam pernyataan di akun Tweeter pribadnya, Ia mengatakan, Entitas Zionis telah berhasil melalui perjanjian Oslo agar Palestina secara resmi mengakui legalitas penjajahan yang dilakukan Israel terhadap 80% tanah bangsa Palestina. Sementara Palestina tak secuilpun pengakuan dari dunia internasional atas 20 % tanah yang sisanya.

Baca Juga:

REPRESIF, ANAK PALESTINA KEMBALI TEWAS DALAM AKSI KEPULANGAN

“Sejarah akan mencatat, gerakan Fatah bertanggung jawab secara penuh atas akibat dari perjanjian ini,” tegasnya, seperti dikutip PIP, Jum’at (15/9/2018).

“Semua pemimpinnya baik yang sudah wafat maupun yang akan datang bertanggung jawab pula. Karena mereka telah mengambil alih PLO dan menandatangani perjanjian atas namanya. Sekarang terbukti bahwa setelah berlalu seperempat abad pernjanjian Oslo ternyata hanya sebuah aib dan malu, tambahnya.

Dalam pernyataannya lebih lanjut, ia mengatakan, bangsa Palestina harus menerima kenyataan bahwa PLO telah menjual negaranya dengan harga yang sangat murah pada perjanjian Oslo. Dengan kekalahan mereka dalam pemilu 2006 lalu dan bangkitnya rakyat Palestina mereka belajar dari sejarah.

Baca Juga:

ISRAEL JADIKAN MASJID MUSEUM DAN TOKO MIRAS

“Maka para pemimpin PLO tahu, mereka tidak akan dapat menang dalam pemilu presiden maupun parlemen. Karena mereka tahu kekalahan terbaru mereka telah menunggu,” ujarnya.

25 tahun peringatan perjanjian Oslo dengan ini Hamas mengaggap penanda tanganan kesepakatan Baru Oslo di Washington Amerika merupakan kesepakatan Batil dan sangat disayangkan karena telah memberikan hak bagi Israel untuk merampok 78% tanah historis Palestina.