Duniaekspress.com (15/9/2018)- Tiga orang meninggal, salah satunya seorang anak Palestina, dan puluhan lainnya luka-luka akibat tindakan represif Israel menggunakan peluru dan gas air mata, saat membubarkan aksi unjuk rasa di sepanjang perbatasan Gaza Timur.

Kementerian kesehatan Palestina menginformasikan, korban meninggal seorang bocah Syadi Abdul Aziz (12) meninggal akibat luka di kepala di kawasan Jabaliya, Hani Ramzi Afana (21) di Rafah Timur, Muhammad Syaqurah (21) di Barij Timur, keduanya akibat luka tembak di bagian dada.

Sementara itu jumlah korban luka mencapai 248 orang, termasuk 6 kondisi kritis, 8 anak-anak dan 2 petugas medis. 120 korban luka dirujuk ke sejumlah rumah sakit, 80 dari mereka luka tembak peluru tajam.

Baca Juga:

SERBUAN MASIF KE AL-AQSHA, HAMAS: JALANKAN PROYEK DEAL OF CENTURY

Ribuan warga turut hadir usai shalat ashar, dalam aksi pawai kepulangan akbar Jumat ke 25 dengan tema “Perlawanan Pilihan Kami”.

Koresponden Pusat Informasi palestina mengatakan, warga mulai berdatangan ke sejumlah kemah kepulangan untuk menegaskan pilihan terhadap perlawanan, dan menuntut hak kepulangan bagi pengungsi dan pencabutan blokade Gaza.

Para demonstran terlihat membakar ban di kawasan untuk menutupi pandangan sniper Israel, dan mengirimkan balon-balon api ke wilayah jajahan.

Komite nasional pawai kepulangan akbar sebelumnya mengajak segenap warga Palestina untuk hadir berpartisipasi dalam rangkaian aksi Jumat Perlawanan Pilihan Kami di Gaza Timur.

Komite mengatakan, aksi Jumat ke 25 akan digelar usai shalat ashar di sejumlah kemah kepulangan di 5 titik wilayah Gaza Timur.

Baca Juga:

KURUN WAKTU TIGA BULAN 5000 MESJID DIHANCURKAN REZIM KOMUNIS CINA

Aksi Jumat ini sebagai respon atas sikap dunia yang mengelabui Palestina, pasca kegagalan perundingan OSLO yang telah berlangsung selama 25 tahun, dan peringatan hengkangnya Israel dari Gaza, dan menolak sikap Amerika yang mendukung Israel, serta penolakan terhadap deal of century gagasan Amerika.

Aksi juga sebagai perlawanan terhadap kebijakan yahudisasi yang dilakukan Israel, proyek permukiman, blokade, dan perlintasan. Serta komitmen penegaskan terhadap konstitusi yang telah diperjuangan oleh para syuhada Palestina.

Komite menegaskan aksi pawai kepulangan akan terus berlanjut dengan segenap sarana damai, sampai meraih tujuan, dengan segenap inovasi di lapangan.

Aksi pawai kepulangan akbar pertama kali diluncurkan pada 30 Maret, diikuti ribuan warga di 5 titik kemah kepulangan di Gaza Timur, berlanjut sampai hari ini, dengan jumlah terbesar di hari Jumapuncak aksi terjadi pada 14 dan 15 Mei berupa aksi sejuta umat, yang direspon dengan pembantaian berdarah oleh pihak Israel.

Aksi menyerukan realisasi hak kepulangan bagi pengungsi Palestina, bersamaan dengan penerapan keputusan internasional terkait pengungsi, yaitu resolusi 194 hak kepulangan dan ganti rugi, serta pencabutan blokade Gaza.

Sejak awal aksi diluncurkan, jumlah korban meninggal mencapai 184 orang, termasuk 27 anak-anak dan 10 jenazah yang masih ditahan pasukan Israel. Sementara korban luka mencapai lebih dari 19 ribu orang, akibat tindakan represif Israel dan serangan di segenap kawasan Gaza.