Duniaekspress.com (17/9/2018)- Seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan pada hari Ahad (16/9) bahwa layanan medis yang disediakan oleh rumah sakit terbesar di Jalur Gaza akan segera berhenti karena krisis listrik yang sedang berlangsung.

Medhat Abbas, direktur jenderal rumah sakit, mengatakan pada konferensi persnya memperkirakan hanya satu minggu bahan bakar tersedia untuk Rumah Sakit Al-Shifa Medical Complex, yang menyediakan layanan kepada setengah juta pasien per tahun

“Rumah sakit ini juga menyelamatkan nyawa ribuan orang Palestina yang terluka dalam pawai yang sedang berlangsung di pagar keamanan,” katanya, seperti yang dilansir MEMO, Ahad (16/9/2018).

Baca Juga:

KRISIS BAHAN BAKAR, RUMAH SAKIT GAZA BERHENTI BEROPERASI

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam beberapa hari tidak akan ada bahan bakar untuk menjalankan generator yang digunakan untuk menyediakan daya yang diperlukan untuk mengoperasikan departemen dan organ rumah sakit.

Dia juga memperingatkan bahaya pemadaman listrik untuk banyak departemen seperti dialisis, perawatan intensif, ruang operasi, klinik rawat jalan, dan bagian radiasi.

“Kurangnya listrik menimbulkan ancaman langsung terhadap kehidupan warga sipil di dalam Jalur Gaza yang terkepung,” tegasnya.

Abbas menambahkan bahwa para donor Departemen Kesehatan mengandalkan untuk menyediakan bahan bakar ke rumah sakit mereka tidak lagi tersedia.

Rumah bagi hampir dua juta orang, Jalur Gaza memiliki total 13 rumah sakit yang dikelola Kementerian dan 54 pusat perawatan kesehatan primer yang mencakup sekitar 95 persen dari semua layanan kesehatan di daerah kantong pantai.

Baca Juga:

JIKA IDLIB DISERANG JUTAAN ORANG AKAN MENJADI PENGUNGSI

SEJUMLAH PASTOR DI JERMAN LAKUKAN PELECEHAN TERHADAP RIBUAN ANAK

Gaza menderita kekurangan listrik akut akibat pengepungan Israel yang dilakukan selama 11 tahun. Baik Mesir dan Otoritas Palestina telah mendukung penyumbatan dengan memberlakukan pembatasan lebih lanjut di Jalur Gaza.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Palestina memperingatkan pada hari Minggu konsekuensi serius dari krisis bahan bakar di rumah sakit di Jalur Gaza yang diblokade.

“Generator akan tutup di rumah sakit besar di Gaza karena kekurangan bahan bakar,” kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra dalam sebuah pernyataan.