Duniaekspress.com (16/9/2018)- Lazis Wahdah menyelenggarakan “Silaturrahmi Wahdah Islamiyah dengan Korban Gempa Lombok”, bertempat Kantor Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat pada hari Ahad, 16/9/18.

Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ust. Muhammad Zaitun Rasmin secara khusus datang dari Jakarta untuk menyampaikan taushiyah dan serah terima bantuan dari Lazis Wahdah.

Ustadz Zaitun mengajak masyarakat agar bersabar dan mengembalikan semua musibah ini kepada Allah subhanahu wata’ala.

“Dalam keadaan apapun termasuk musibah, kita diajarkan untuk mengucapkan alhamdulillah ‘alaa kulli haal. Segala puji bagi Allah untuk semua keadaan,” kata beliau.

Baca Juga:

IJTIMA ULAMA JILID II AKAN DIGELAR HARI INI

Wasekjen MUI ini juga mengajak masyarakat agar tetap meyakini ujian ini berasal dari Allah. Jangan sampai ada keyakinan bahwa musibah ini berasal dari selain Allah.

Ustadz Zaitun mengingatkan, bisa jadi musibah ini adalah teguran dari Allah agar kita bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Ini sebagaimana kisah Nabi Musa yang seketika Allah turunkan hujan setelah kemarau panjang. Ternyata hal ini karena ada salah satu umatnya yang bertaubat serelah bermaksiat selama 40 tahun.

Terakhir, beliau berpesan bahwa iman adalah kekayaan yang paling berharga. “Iman adalah anugerah yang paling berharga. Jangan sampai iman kita terbeli dengan harga berapapun, apalagi kalau ada yang ingin membeli iman kita hanya dengan bantuan berupa sembako dan sejenisnya.”

Baca Juga:

WMI DAN THORIQUNA BANGUN MCK UNTUK KORBAN GEMPA

LPPDI THORIQUNA MELAKUKAN TRAUMA HEALING KEPADA ANAK-ANAK PENGUNGSI LOMBOK

Acara silaturahmi ini dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Lazis Wahdah dan Yayasan Mimbar Tauhid berupa sekolah sementara, shelter (hunian sementara) dan 1.000 paket sembako.

Bukan hanya bantuan fisik, Wahdah Islamiyah bersama Lazis Wahdah juga menyelenggarakan program Tebar Da’i Nusantara (TDN). Wahdah Islamiyah menempatkan da’i-da’i untuk menunjang program trauma healing dan guru mengaji bagi masyarakat.

Rep: Murtadha Ibawi
Editor: fanfan