Kecaman dan kemarah muncul setelah gambar militer India seret mayat pejuang Kashmir viral dimedia sosial

Duniaekspress.com (17/9/2018)- Sebuah foto yang memperlihatkan militer India menyeret tubuh seorang pejuang Kashmir yang terluka dan setengah telanjang telah memicu kemarahan di dalam dan di luar Kashmir.

Aktivis kemanusiaan menyebut tidakan yang dilakukan aparat India adalah tindakan barbar dan melanggar hukum kemanusiaan Internasional.

Al-Jazeera pada hari Ahad (16/9) melaporkan, Insiden itu terjadi pada 13 September di hutan Kakriyal di daerah Reasi-Jammu di bagian selatan wilayah yang disengketakan setelah insiden bakutembak terjadi selama tujuh jam, di mana tentara menewaskan tiga pejuang pemberontak.

Baca Juga:

MILITER INDIA TEMBAKI PENGUNJUK RASA DI KASHMIR

Segera setelah pertempuran usai, gambar tentara India menyeret pejuang mati dengan wajah tertunduk dan rantai diikat ke kakinya muncul di media sosial, menarik kecaman luas.

Meenakshi Ganguly, direktur Human Rights Watch Asia Selatan yang berbasis di Ameriak Serikat menuntut penyelidikan segera atas tindakan brutal yang dilakukan tentara India di Kashmir yang menyeret tubuh seorang militan yang terbunuh dengan tali.

“Ini menunjukkan pendidikan yang buruk dan kegagalan total untuk menghormati kemanusiaan,” kata Ganguly dalam akunnya twitternya.

Gambar lain yang dibagikan secara luas di media sosial konon menunjukkan Rakesh Sharma, anggota organisasi Hindu sayap kanan yang disebut Bajrang Dal, mengambil selfie dengan mayat para pejuang yang tewas sebagai latar belakang.

Namun seorang perwira senior tentara India, yang berbicara kepada Al Jazeera pada hari Ahad dengan syarat tidak disebutkan namanya, menolak kritik tersebut, ia menilai tindakan militer India kepada para pejuang Kashmir sangat wajar.

“Menyeret mayat seorang pemberontak setelah pertempuran senjata adalah bagian dari prosedur operasi normal mereka dan ukuran keamanan, karena bahan peledak mungkin saja dapat dilekatkan ke tubuh mereka,” kata perwira tentara India.

Baca Juga:

MILITER INDIA TABRAK SEORANG DEMONSTRAN HINGGA TEWAS

Selama hampir tiga dekade, sejak kekerasan meningkat di wilayah yang disengketakan, tentara India sering menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

“Tentara India, seperti biasa, membela diri dengan berbagai macam alasan. Menurut hukum kemanusiaan internasional, seperti tawanan perang, mayat juga harus dijaga dan dihormati,” kata Khurram Parvez aktivis hak asasi manusia yang berbasis di Kashmir.

Parvez mengatakan penistaan tubuh mayat pemberontak itu menunjukkan kebiadaban dan kebencian” tentara India, dan telah berlangsung di Kashmir selama 28 tahun terakhir”.

“Tidak banyak yang tertangkap kamera. Tapi itu terjadi di sini,” katanya, mengklaim bahwa tiga mayat pemberontak dibakar setelah tembak-menembak di daerah Pulwama di Kashmir selatan tahun lalu.