Duniaekspress.com (19/9/2018)- Alarab.qa menginformasikan pada hari Selasa (18/9) bahwa kerajaan Arab Saudi telah mengeluarkan arahan baru yang melarang hingga 300.000 pengungsi Palestina di Libanon untuk melakukan ziarah (Haji, red).

Mengutip dari laporan Lembaga Palestina untuk Hak Asasi Manusia (Shahed), situs berita Qatar mengatakan bahwa Arab Saudi berhenti mengeluarkan visa bagi para pengungsi Palestina di Lebanon yang tidak memiliki paspor Otoritas Palestina (PA).

Shahed melaporkan agen perjalanan diberitahu oleh kedutaan Saudi di Lebanon untuk tidak menerima permohonan visa dari warga Palestina yang tidak memiliki paspor PA.

Baca Juga:

ISRAEL TEMBAKI PEMUDA PALESTINA DI GERBANG AL-QUDS

KRISIS LISTRIK, RS TERBESAR GAZA AKAN BERHENTI BEROPERASI

Kelompok hak asasi lebih lanjut mengatakan bahwa mereka khawatir tentang keputusan yang diambil Saudi secara tiba-tiba, ia menyerukan Kerajaan untuk merinci alasan-alasannya yang memiliki konsekuensi berbahaya pada para pengungsi Palestina dan masa depan mereka.

Menurut Alarab.qa, Shahed tidak bisa menghubungi pejabat di kedutaan Saudi di Lebanon untuk mendapatkan informasi tentang masalah ini, tetapi mengatakan kedutaan PA di Beirut tidak menerima pemberitahuan resmi dalam hal ini.

Shahed mengatakan langkah itu menambah beban lebih lanjut pada pengungsi Palestina karena membatasi kebebasan bergerak mereka dan membatasi kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan di Kerajaan, selain mencegah mereka melakukan haji.

Perlu disebutkan bahwa ribuan orang Palestina, yang memegang paspor Yordania, dilarang mengajukan visa Haji tahun ini.

Warga Palestina di Jalur Gaza telah dilarang melakukan umrah sejak kudeta militer Mesir pada tahun 2013.