Mujahidin Taliban terus mengalami kemajuan di Afghanistan Utara

Duniaekspress.com. (21/9/2018). — Kabul — Provinsi Panjsher 120 km Utara ibu kota Kabul. Provinsi strategis ini berbatasan dengan enam provinsi lain yaitu provinsi Kapisa, Parwan, Baghlan, Takhar, Badakhshan dan Nuristan. Distrik ‘Shatal’ di provinsi ini telah bergabung dengan perbatasan dengan provinsi Parwan.

Jalur ‘Salang’ yang strategis dan jalur bersejarah serta pegunungan ‘Hindu Kush’ yang indah melintasi kedua provinsi ini (yaitu Parwan dan Panjsher) menghubungkan bagian utara negara itu dengan pusat dan bagian selatannya. Selama invasi Soviet tahun delapanpuluhan, tempat-tempat strategis ini berubah menjadi titik-titik pertempuran dan cukup sulit bagi para penjajah asing serta para antek komunis internal mereka untuk menyeberangi daerah itu dengan aman tanpa menderita banyak korban dan kerugian finansial yang signifikan.

Hal yang sama terjadi saat ini, karena para penjajah Amerika dan tentara internal mereka sangat bermasalah dan prihatin tentang kehadiran Mujahidin Imarah Islam yang besar dan aktif dari di dua provinsi di atas.

Distrik ‘Paryan’ provinsi ‘Panjsher’ terhubung dengan distrik ‘Kiraan & Manjan’ di provinsi paling utara Badakhshan. Selama masa pemerintahan Imarah Islam, rute ini tetap dibuka sebagai jalur pasokan utama dari utara untuk para panglima perang di daerah itu.

Dengan rahmat Allah yang Maha Kuasa, sekarang jalan strategis ini sepenuhnya dikendalikan oleh Mujahidin Imarah Islam dan semua jenis gerakan musuh berhenti di daerah itu. Perlu disebutkan bahwa distrik ‘Paryan’ memiliki hubungan langsung dengan provinsi Nuristan yang strategis.

Distrik ‘Doulat Shah’ provinsi Laghman memiliki batas dengan distrik ‘Aabshar’ provinsi ‘Panjsher’. Demikian pula, distrik ‘Aabshar’ dan ‘Darra Abdullah’ terhubung dengan provinsi Kapisa. Hubungan ini membantu Mujahidin di dua provinsi ‘Baghlan’ dan ‘Kapisa’ untuk tetap berhubungan dekat dan teratur dengan Mujahidin provinsi ‘Panjsher’. Mereka berbagi dan menerapkan strategi militer dan memperluas semua dukungan yang diperlukan satu sama lain.

Saat ini, lokasi geostrategis provinsi ‘Panjsher’ cukup signifikan bagi Mujahidin dari sudut pandang militer, karena semua jalur pasokan utama dan rute yang mengarah ke provinsi ini berada di bawah kendali mereka. Dengan kata lain, kita dapat mengatakan bahwa provinsi ‘Panjsher’ dikepung oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan.

Kemajuan Operasi Jihad ‘Al-Khandaq’ di provinsi ‘Panjsher’:

Operasi ‘Al-Khandaq’ direncanakan dan dilaksanakan di bawah pengawasan dan tanggung jawab, wakil gubernur dan kepala komisi militer yang semuanya ditunjuk oleh Imarah Islam untuk provinsi ini. Mujahidin yang bertanggung jawab atas provinsi ini ikut bahu-membahu dengan Mujahidin lainnya dalam operasi-operasi militer.

Pada awalnya, Mujahidin diperintahkan untuk menyerang pos-pos militer musuh yang terkait dengan pusat provinsi ini. Mujahidin merencanakan dan menyerang pos-pos ini melalui pintu masuk utama distrik ‘Darra Abdullah’. Dalam hasil operasi ini, dua pos strategis berhasil direbut, di mana, tiga pasukan tentara internal tewas, lima lainnya luka-luka, sementara dua polisi ditangkap oleh Mujahidin. Demikian pula, lima Kalashnikov, satu senapan mesin dan berbagai amunisi lainnya disita oleh Mujahidin.

Pada langkah berikutnya, Mujahidin di distrik ‘Paryan’ di provinsi ini mempersiapkan diri untuk menyerang pusat distrik ini. Ketika Mujahidin memasuki distrik ‘Paryan’ provinsi ‘Panjsher’ melalui distrik ‘Mandole’ provinsi ‘Nuristan’, mereka disambut hangat oleh penduduk setempat.

Karena tidak takut terhadap para penjajah asing atau tentara lokal mereka, orang-orang setempat cukup berani untuk mengatakan secara terbuka bahwa mereka telah mendengar tentang keberanian Mujahidin Imarah Islam; dan sekarang mereka telah melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Mujahidin telah mencapai dan memasuki suatu titik yang dulunya dianggap sebagai tempat yang kuat dan tidak dapat diatasi oleh musuh.

Setelah invasi tidak sah atas tanah air Afghanistan oleh orang-orang Amerika, ini adalah pertama kalinya Mujahidin memasuki distrik ‘Paryan’ provinsi ‘Panjsher’ dalam proses operasi Jihadi mereka. Meskipun musuh entah bagaimana telah menerima informasi tentang gerakan militer terbaru Mujahidin Imarah Islam, tetapi pejabat antek dan pasukan yang ditempatkan di daerah itu tidak dapat menahan atau menghentikan kemajuan mujahidin. Ketika pasukan tentara antek di Kabul sudah kehilangan keberanian mereka, oleh karena itu mereka melarikan diri.

Mujahidin Imarah Islam hanya pada jarak tiga kilometer dari distrik ‘Paryan’, musuh diperkuat oleh sejumlah besar tentara lokal karena itu, Mujahidin harus mengubah strategi. Mereka memasuki distrik ‘Aabshar’ untuk operasi Jihadi baru, dan dengan mudah mencapai pusat distrik ini. Di sini, sebuah pertempuran penting terjadi antara Mujahidin dan pasukan musuh. Lima tentara lokal tewas sementara enam lainnya terluka. Dalam operasi yang sukses ini, komandan utama ‘Pasukan Reaksi Cepat’ (bernama Rajab) dibunuh oleh Mujahidin.

Di distrik ‘Aabshar’ dan ‘Darra Abdullah’, suplai dan sistem transportasi musuh dihancurkan. Mujahidin Imarah Islam berhasil melaksanakan operasi Jihadi yang terencana dengan baik dan sukses di tiga kabupaten di provinsi ini, karena operasi ini terus menerus berlangsung dengan semangat yang besar. Musuh benar-benar telah kehilangan semangat mereka dengan mengakui bahwa pada akhirnya garis pertahanan untuk menjaga provinsi ‘Panjsher’, benteng strategis, telah dihancurkan oleh Mujahidin.

Banyak ksatria pemberani di daerah ini secara teratur bergabung dengan Mujahidin Imarah Islam. Menyadari realitas wilayah dan kepentingan jahat dari penjajah asing dan tentara internal mereka jumlah Mujahidin terus meningkat dari hari ke hari. (RR)

Sumber:  alemarah

 

Baca juga, THALIBAN KEPUNG AFGHANISTAN UTARA