Duniaekspress.com (20/9/2018)- Milisi Syiah Houthi kembali melakukan penodaan tempat ibadah di Distrik Al Duraihimi, Yaman. Milisi Syiah Houthi yang didukung ini Iran, mengubah sebuah mesjid desa itu menjadi pangkalan militer.

Dilansir di The Gulf Today pada Rabu (19/9), pasukan membakar ruangan imam masjid dan menempatkan penembak jitu di menara dan atap masjid. Selain itu, mereka juga mengusir paksa penduduk desa Al Jeraiba.

Sejak melakukan kudeta terhadap otoritas sah di Yaman, milisi Syiah Houthi menargetkan ratusan masjid dan pusat belajar Alquran. Mereka juga menembaki beberapa penduduk sipil di lokasi itu.

Baca Juga:

PEMBERONTAK SYI’AH HOUTHI BUNUH 14.000 WARGA SIPIL YAMAN

TRAGEDI ASYURA; HARI PEMBANTAIAN SYIAH TERHADAP KELUARGA NABI

Mereka kemudian mengubah sasaran itu menjadi barak militer. Dalam serangan lain, Houthi menjarah masjid-masjid sebelum meledakkannya.

Tindakan mereka jelas bertentangan dengan hukum internasional yang melindungi tempat-tempat penting keagamaan. Serangan rumah ibadah sama dengan mengabaikan hak beribadah seseorang. Bahkan, tindakan itu bagian dari serangkaian upaya menyulut konflik sektarian di wilayah yang diblokir.

Salah satu penduduk desa Al Jeraiba, Abdullah Hassan Ali menceritakan milisi Houthi mulai menyerbu pertanian dan rumah-rumah warga. Bahkan, mereka tak segan mengusir paksa penduduk. Kendati demikian, dia mengatakan milisi Houthi ketakutan mengetahui fakta pasukan Koalisi Arab telah sampai di desa-desa Yaman.

Seorang anggota Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) yang menjadi bagian dari Koalisi Arab itu menuturkan, milisi Syiah Houthi menempatkan beberapa ranjau di pintu-pintu masuk masjid dan jalan desa.

“Sebagian besar ranjau telah dihilangkan demi keamanan warga sipil, dan (tindakan itu) sejalan dengan tujuan Koalisi Arab,” ujar dia.