Duniaekspress.com (23/9/2018)- Seorang juru bicara militer Iran mengatakan orang-orang bersenjata yang pada hari Sabtu menyerang parade militer di kota barat daya Ahvaz, dilatih oleh dua negara Teluk Arab dan memiliki hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Para teroris ini dilatih dan diorganisir oleh dua negara Teluk,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, seperti yang dilansir MEMO, Sabtu (22/9/2018).

“Mereka bukan dari Daesh (ISIS) atau pejuang Islam lainnya, tetapi mereka terkait dengan Amerika dan (badan intelijen Israel) Mossad.” tambahnya.

Otoritas Iran sementara waktu menutup dua penyeberangan perbatasan dengan Irak, menurut seorang pejabat bea cukai Irak.

Baca Juga:

PARADE TENTARA DI IRAN DITEMBAKI ORANG-ORANG BERSENJATA 24 TEWAS

Sebelumnya diberitakan, empat pria bersenjata menembaki parade tentara atau parade militer di kota Ahwaz, menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk tentara dan warga sipil.

Para penyerang menembaki kerumunan besar penonton yang menyaksikan pawai di kota barat daya dan kemudian berusaha menyerang stan pengamat bagi pejabat resmi sebelum ditembak dan dilukai oleh pasukan keamanan, kata kantor berita semi-resmi Fars.

Kantor berita resmi negara IRNA mengatakan 53 orang juga terluka dan banyak yang berada dalam kondisi kritis.

“Tiga teroris tewas di tempat dan seorang yang keempat yang terluka meninggal di rumah sakit,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, seorang juru bicara senior untuk pasukan bersenjata Iran, kepada televisi negara.

Setidaknya delapan anggota Pengawal Revolusi Iran termasuk di antara mereka yang tewas, menurut laporan. ISNA mengutip wakil gubernur provinsi Khuzestan Ali-Hossein Hosseinzadeh yang mengatakan: “Salah satu korban adalah seorang jurnalis.”

Kelompok Arab anti-pemerintah telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Lalu keesokan harinya IS juga ikut mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui media a’maaq.