MENAGAPA DIBENTUK ZONA DEMILITERISASI DI IDLIB ?!

Duniaekspress.com. (22/9/2018). — Idlib — Pada masa awal revolusi Suriah, yang terjadi di puluhan kota Suriah, merupakan awal dari perisai selatan, rakyat Suriah meneriakkan slogan kebebasan serta kehomatan dan keinginan mereka untuk menggulingkan rezim kriminal. Ini adalah salah satu prinsip terpenting dari revolusi beserta pondasinya, yang mulai berjalan dari Suriah utara ke selatan dan dari timur ke barat, agar Jangan tunduk maupun menyerah.
..
BANYAK CARA UNTUK MENGUBUR REVOLUSI:
Kampanye revolusi Suriah yang berjalan selama delapan tahun telah menyaksikan banyak konferensi, bermacam Konferensi ini memiliki variasi yang beragam dari rencana ke rencana, yang semuanya menjadi penyebab langgengnya rezim di Suriah serta pelecehan dan pengepungan yang terjadi dalam beberapa kasus. Yang paling terakhir dari ini adalah Konferensi Sochi, versi kedua, yang diadakan kemarin malam di resor musim panas “Sochi” di barat daya Rusia, di mana ia memahami kehadiran bilateral kedua Presiden tersebut, Rusia Vladimir Putin dan mitra Turki-nya Recep Tayyip Erdogan, serta pencapaian beberapa pihak dengan barbagai keputusan yang secara serius akan dijelaskan untuk Idlib.

PUTIN DAN ERDOGAN MENYETUJUI:
Pada bagiannya, Erdogan mengatakan intervensi Putin untuk mencapai kesepakatan agar membentuk zona demiliterisasi antara Mujahidin dan geng-geng tentara Nusairy, dengan penekanan pada pemantauan area tersebut oleh polisi militer Rusia dan Turki.
Erdogan juga mencatat bahwa Ankara akan memperkuat titik kontrol yang ada di daerah agar mengurangi ketegangan di Idlib.
….
PENDUDUKAN RUSIA TENGAH MENYESUAIKAN RENCANA:
Output ini datang setelah kampanye informasi yang dilakukan oleh pendudukan Rusia dan sekutunya Suriah dalam pertempuran yang menentukan wilayah utara yang terbebaskan, tetapi mobilisasi Mujahidin di front pertempuran dan pembentukan ruang operasi militer untuk faksi-faksi Idlib menghadapi agresi di setiap daerah-daerah yang dibebaskan, serta lusinan demonstrasi masyarakat yang terjadi dikota juga kepatuhan mereka terhadap prinsip-prinsip revolusi. Untuk menyerukan kelanjutan revolusi dan jihad demi menggulingkan rezim tiran, melawan penjajah Rusia dengan memodifikasi rencana serta konspirasi untuk memberangus revolusi rakyat Suriah dengan cara terburu-buru menuju “Sochi” agar menghasilkan zona demiliterisasi.
…..
Menurut masyarakat di pedesaan Idlib, Haj Ahmed Al-Omar mengomentari hasil konferensi: “Kami keluar menuntut kebebasan dan kehormatan juga jatuhnya Bashar al-Assad beserta para gengnya, dan keputusan ini (Sochi) seperti menakut-nakuti untuk mengakhiri revolusi kami dari kejauhan atau bahkan kian mendekat.”
“Keputusan seperti itu seharusnya dipaksakan kepihak rezim karena kami telah kehilangan rumah juga meninggalkan kota-kota kami, menjadi pengungsi di kamp-kamp negara-negara tetangga,” kata Ali Andrew, salah satu pengungsi dari pedesaan Lattakia.
……
“Tidak akan ada operasi militer di Idlib,” kata menteri pertahanan Rusia.
Untuk membawa tirai dalam konferensi “Sochi”, serta tetap pada rincian bidang yang dikenakan oleh Mujahidin beserta masyarakat.
Revolusi Suriah telah berbuat banyak untuk mencapai kehormatan dan kebebasan di tengah-tengah suara global yang mencela, jutaan orang terlantar, ribuan korban terluka dan banyak yang menjadi martir(Syahid), untuk sebuah kebebasan dan martabat di bawah kekuasaan pemerintahan yang sah berdasarkan hasil musyawarah dan keadilan, agar pada hari ini masuk pada titik balik yang baru antara pilihan untuk menyerah atau mengingkari keputusan yang telah dibuat. Menolak atau merusak agar tetap melanjutkan revolusi kebenaran dan kehormatan. (RR)

smuber : MujahidMedia

 

Baca juga, RUSIA TELAH MEMBUAT ZONA DEMILITERISASI DI IDLIB