duniaekspress.com, 22 September 2018. Empat pria bersenjata menembaki parade tentara atau parade militer di kota Ahwaz, menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk tentara dan warga sipil.

Para pejuang menembaki kerumunan besar penonton yang menyaksikan pawai di kota barat daya dan kemudian berusaha menyerang stan pengamat bagi pejabat resmi sebelum ditembak dan dilukai oleh pasukan keamanan, kata kantor berita semi-resmi Fars.

Kantor berita resmi negara IRNA mengatakan 53 orang juga terluka dan banyak yang berada dalam kondisi kritis.

“Ada sejumlah korban sipil, termasuk wanita dan anak-anak yang datang untuk menonton pawai,” kata agensi mengutip sumber resmi yang tidak disebutkan namanya.

Sebuah video yang didistribusikan ke media Iran menunjukkan para prajurit pada pawai, sebuah acara tahunan yang menandai dimulainya perang negara itu tahun 1980-1988 dengan Irak, merangkak di tanah ketika tembakan meletus ke arah mereka.

“Tiga teroris tewas di tempat dan seorang yang keempat yang terluka meninggal di rumah sakit,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, seorang juru bicara senior untuk pasukan bersenjata Iran, kepada televisi negara.

Setidaknya delapan anggota Pengawal Revolusi Iran termasuk di antara mereka yang tewas, menurut laporan. ISNA mengutip wakil gubernur provinsi Khuzestan Ali-Hossein Hosseinzadeh yang mengatakan: “Salah satu korban adalah seorang jurnalis.”

Fars mengatakan serangan itu, yang dimulai pada pukul 09:00 waktu setempat (05:30 GMT), berlangsung sekitar 10 menit.

Tentara yang berparade tiarap karena tembakan

“Penembakan dimulai oleh beberapa pria bersenjata dari belakang tribun selama pawai. Ada beberapa yang tewas dan terluka,” kata seorang koresponden pada televisi pemerintah.

Kantor berita semi-resmi Mehr mengatakan, penembakan lebih lanjut terjadi karena beberapa penyerang yang berhasil melarikan diri dikejar.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan belasungkawa kepada presiden Iran setelah serangan itu, mengatakan bahwa Moskow siap untuk meningkatkan upaya bersama dalam perang melawan terorisme, kata RIA Rusia mengutip Kremlin mengatakan.

MENGAPA DIBENTUK ZONA DEMILITERISASI DI IDLIB ?!

IRAK VONIS MATI PEMBANTU UTAMA AL-BAGHDADI

Kelompok Arab anti-pemerintah telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Lalu keesokan harinya IS juga ikut mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui media a’maaq.

Seorang juru bicara untuk Perlawanan Nasional Ahwaz mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa mereka telah melakukan serangan itu.

Yaghub Hur Totsari, juru bicara salah satu dari dua kelompok yang mengidentifikasi diri mereka sebagai Gerakan Perjuangan Arab untuk Pembebasan Ahwaz, mengatakan Perlawanan Nasional Ahwaz, sebuah organisasi payung gerakan bersenjata, berada di balik serangan itu tetapi tidak merinci kelompok yang mana. Totsari mengidentifikasi salah satu penyerang dengan inisial AM, tanpa merinci.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan Perlawanan Nasional Ahwaz “kemungkinan” di balik serangan itu.

Kemudian pada hari Sabtu, IS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menurut kantor berita kelompok Amaq. Kelompok itu tidak memberikan bukti untuk klaim tersebut, lapor Reuters.