Duniaekspress.com (22/9/2018)- Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan seorang demonstran Gaza tewas dan belasan lainnya terluka oleh tembakan serdadu Israel pada aksi protes di perbatasan, Jumat (21/9).

Militer Israel beralasan para demonstran Palestina telah melemparkan granat, alat peledak dan batu ke arah pasukan dan satu tentara menderita luka ringan akibat pecahan peluru. Dikatakan pula bahwa pesawat menyerang beberapa target di Gaza sebagai tanggapan pada hari Jumat.

Protes yang dikenal dengan Great Return March telah meningkat sejak pembicaraan gencatan senjata yang dimediasi Mesir terhenti bulan ini, aksi yang biasanya digelar Jumat, kini dilakukan pada hari-hari lain.

Baca Juga:

PEMUKIM YAHUDI TABRAK LARI PEMUDA PALESTINA

REPRESIF, ANAK PALESTINA KEMBALI TEWAS DALAM AKSI KEPULANGAN

Sebelumnya diberitakan oleh Pusat Informasi Palestina ribuan warga Palestina di Gaza bersiap hadiri aksi Jumat ke 26 pawai kepulangan akbar dan pencabutan blockade.

Komite nasional kepulangan akbar menyerukan kepada segenap warga untuk berpartisipasi dalam pawai kepulangan akbar Jumat pencabutan blockade.

Pawai kepulangan akbar diluncurkan di Gaza pada 30 Maret lalu, diikuti ribuan warga di 5 titik kemah kepulangan di Gaza Timur, dan berlangsung setiap hari dengan massa terbesar di hari Jumat, puncaknya pada 14 dan 15 Mei dengan aksi sejuta umat, yang direspon pasukan Israel dengan pembantaian berdarah.

Pawai kepulangan bertujuan merealisir hak kepulangan bagi pengungsi Palestina ke negeri asal mereka, sesuai dengan resolusi PBB terkait pengungsi Palestina, antara lain resolusi nomor 194 yang menegaskan hak kepulangan pengungsi dan ganti rugi, tujuan lainnya adalah pencabutan blockade Gaza yang telah berlangsung selama 12 tahun lebih, blockade darat, laut dan udara, yang memicu krisis kemanusiaan di segenap sector kehidupan di Jalur Gaza.

Sejak awal aksi pawai kepulangan, korban meninggal mencapai 193 orang, termasuk 32 anak-anak, dan 10 jenazah yang ditahan pasukan Israel. Sementara korban luka mencapai 20 ribu orang akibat tindakan represif Israel, di samping serangan yang dilakukan Israel ke sejumlah kawasan di Gaza.