Duniaekspress.com (24/9/2018)- Kementerian kesehatan Palestina mengatakan, Seorang demonstran Palestina gugur sementara 14 orang lainnya mengalami luka-luka dalam aksi damai Great Return March yang telah berlangsung dari bulan Maret lalu.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian mengatakan bahwa “Davud Ishteyvi, 21, telah menjadi martir oleh tembakan Israel di Jalur Gaza timur,” kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataannya yang dikuti Anadolu Agency, Ahad (23/9/2018).

“Salah satu korban yang terluka dalam kondisi kritis,” tambah pernyataan itu.

Baca Juga:

ISRAEL AKAN BONGKAR PEMUKIMAN PALESTINA DI KHAN AHMAR

IRLANDIA AKAN AKUI PALESTINA SEBAGAI NEGARA MERDEKA

Sejak putaran demonstrasi Palestina dimulai pada akhir Maret, sejumlah warga Palestina telah menjadi martir dan ribuan lainnya terluka oleh pasukan Israel yang dikerahkan di sepanjang sisi lain dari zona penyangga.

Para pengunjuk rasa menuntut hak untuk kembali ke rumah dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, mereka diusir secara paksa pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.

Mereka juga menuntut diakhirinya blokade 11 tahun Israel di Jalur Gaza, yang telah menghancurkan perekonomian daerah kantong itu dan merampas lebih dari 2 juta penduduk dari banyak komoditas dasar.

Baca Juga:

PESAWAT TEMPUR ISRAEL SERANG GAZA

Secara terpisah, jet Israel menyerang para peserta aksi damai Great Return March Palestina di sepanjang perbatasan Gaza.

Tidak ada pernyataan yang dibuat menunjukkan jika ada korban dari serangan udara.

Tentang serangan itu, tentara Israel mengklaim dalam sebuah pernyataan: “Selama berbulan-bulan, warga Gaza telah meluncurkan balon pembakaran di Israel.”

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivis Palestina telah menerbangkan layang-layang dan balon di atas wilayah Israel sebagai bagian dari protes anti-pendudukan yang berlangsung di sepanjang zona penyangga Gaza-Israel.