Menakar Keutamaan Antara Ilmu dan Amal

Duniaekspress.com. (25/9/2018). Dalam sebuah rekaman audionya Syaikh Usamah bin Laden rohimahullah mengatakan:

Kisah Ghulam yang Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sampaikan. Ketika Ghulam memungut batu, ia masih minim ilmu. Ia juga masih bimbang apakah menggunakan ilmu yang diajarkan sang penyihir atau sang Rahib. Sedangkan binatang besar masih menutup jalan.

Pemuda itu tidak tahu ajaran mana yang benar dari ajaran kedua gurunya. Ia masih diselimuti keraguan. Ia tidak yakin mana yang benar dan baik.

Sang pemuda lantas memohon kepada Allah agar matanya dibuka dan bisa tahu mana yang benar dari kedua gurunya.
“Jika Allah lebih mencintai sang rahib, matikanlah binatang ini,”ucapnya sembari melempar batu. Atas izin Allah sekeping batu itu berhasil membunuh binatang besar.

Kemudian sang rahib menemui Ghulam untuk mengatakan, “hai Ghulam kamu sekarang lebih utama daripada aku.”

Sang rahib sadar, meskipun ilmunya lebih luas dibanding Ghulam, tetapi Allah telah membuka hatinya sehingga ia mampu berkorban menegakkan kalimat tauhid.

Inilah kata-kata yang jarang didengar dan ditunggu-tunggu para pemuda Islam dari para ulama.

Hendaknya para alim ulama mengatakan kepada para pemuda yang menanggung risiko dalam menegakkan kalimat tauhid seperti ucapan sang rahib kepada Ghulam; “kalian sekarang lebih utama daripada kami.”

Inilah kenyataannya, bahwa timbangan untuk mengukur keutamaan menurut agama Islam bukan sekedar memiliki wawasan ilmu saja. Tetapi berilmu dan beramal. (AB)

Sumber : (Audio Dalalatul Ahdats)

Baca juga, JAGA PERSAUDARAAN DALAM DIEN SEKALIPUN KITA “BERBEDA” !