Duniaekspress.com (26/9/2018)- Akun Twitter penggiat Hak Aksi Manusia The Prisoners of Conscience, telah merilis jumlah terbaru para ulama, intelektual dan aktivis yang ditahan oleh pihak berwenang Saudi.

Menurut akun tersebut, sebanyak 60 ulama, 50 profesor universitas dan lebih dari 10 pengacara telah ditahan oleh pihak berwenang Saudi.

Sebanyak 20 aktivis HAM juga masih ditahan karena melakukan pembelaan hak asasi manusia.

Baca Juga:

SAUDI AKAN PENJARAKAN PEMBUAT DAN PENYEBAR HINANAAN DI MEDSOS

Selain itu akun tersebut juga mencatat bahwa 25 jurnalis dan 40 penulis berada di dalam tahanan.

Pihak berwenang Saudi belum mengeluarkan dakwaan resmi terhadap hampir semua tahanan, namun surat kabar dan media yang dekat dengan pihak berwenang Saudi telah menuduh para tahanan bekerja atas nama pihak asing dan berupaya menghancurkan negeri.

Sejak menjabat pada Juni 2017, Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman telah melancarkan kampanye penangkapan berskala besar beberapa aktivis hak asasi manusia, jurnalis dan ulama-ulama moderat.

Baca Juga:

KRITIK PEMERINTAH, SAUDI BUNGKAM PARA ULAMA

Kelompok HAM internasional termasuk Human Rights Watch (HRW) dan Amnesty International telah meminta pihak berwenang Saudi untuk segera mengungkapkan keberadaan para tahanan, memperbolehkan mereka menghubungi keluarga dan pengacara, serta agar segera membebaskan mereka.

The Prisoners of Conscie (Tahanan Hati Nurani) didirikan tahun 1961 oleh seorang pengacara Inggris bernama Peter Benenson, dan diakui Amnesti Internasional guna memastikan keadilan dan menentang segala pelecehan seluruh hak asasi manusia karena orientasi seks, agama atau pandangan politik, termasuk kampanye menghapuskan hukuman mati, penyiksaan, oleh pemerintah atau oleh kelompok lainnya. [Hidcom]