Gank kriminal penculik, teror Idlib

Duniaekspress.com. (26/9/2018). — Idlib – Kelompok bersenjata tak dikenal di dalam wilayah Idlib menculik warga dan meminta tebusan uang ratusan ribu dolar. Komplotan penjahat itu telah menciptakan ketakutan di wilayah yang sudah dibebaskan.

Kejadian penculikan terbaru dialami Washil Al-Umar. Ia diculik dua bulan lalu di pusat kota Idlib. Penculik meminta tebusan uang ratusan ribu dolar.

Selasa kemarin (25/09), pria dari kota Kafr Bithikh di pedesaan Idlib itu akhirnya dilepaskan setelah penculik meminta tebusan 300.000 dolar. Pihak keluarga telah melakukan negosiasi berpekan-pekan dengan komplotan itu.

Hingga hari ni, komplotan penculik itu belum teridentifikasi identitasnya. Mereka beroperasi sejak dua bulan lalu dengan memanfaatkan kekacauan keamanan di dalam wilayah Idlib akibat banyak pembunuhan misterius.

Sebelum Umar, sejumlah orang juga mengalami nasib yang sama. Di antaranya Direktur Kesehatan di pedesaan Lattakia. Ia dibebaskan setelah membayar tebusan 120 ribu dolar.

Petugas medis lainnya, dr Mahmud, juga mengalami hal yang sama. Ia diculik di dalam wilayah Idlib dan bebas setelah membayar tebusan 120 dolar.

Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS) menuduh sel tidur ISIS di balik kekacauan keamanan ini di dalam wilayah Idlib. Mereka telah melakukan serangkaian kampanye keamanan untuk melawan kelompok tersebut.

Pada bagiannya, pemerintah penyelamat Idlib menuduh sel tidur rezim Assad yang mengacau keamanan di provinsi terakhir oposisi Suriah itu.

Pemerintah sementara itu mengumumkan akan menggencarkan patroli dengan bekerja sama kelompok-kelompok pejuang untuk menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Idlib. (RR)

Sumber: Enabbaladi

 

Baca juga, PENDERITAAN WARGA YAZIDI AKIBAT PENCULIKAN DAN PERBUDAKAN OLEH ISIS/IS