PANDANGAN AL-QAEDA TERHADAP HAMAS

duniaekspress.com, 26 September 2018. Hamas, sebuah kelompok perjuangan yang lahir dari rahim ikhwanul muslimin telah memperjuangkan kemerdekaan palestina bertahun-tahun, namun arah kebijakan otoritas di bawah kekuasaan hamas ini banyak membuat kelompok jihadis tidak puas, sebagian mencela bahkan sebagian lagi sampai memurtadkan.

Hal-hal yang tidak memuaskan tersebut adalah pemilihan bentuk otoritas yang bersifat demokrasi, kemudian kerjasama berupa bantuan dana dari PBB, Iran, Lebanon bahkan Amerika Serikat. Walau negara yang terakhir ini memutuskan bantuannya baru-baru ini atas kebijakan Donald Trump. Tak heran jika Hamas memuji Iran dan mengirimkan kutukan dan belasungkawa atas tewasnya pasukan dan penonton pada parade berdarah baru-baru ini di Ahwaz,  Iran.

Pada tahun 2009 terjadi tragedi berdarah di dalam wilayah otoritas hamas. Pada saat itu imam masjid Ibnu Taimiyah, Rafah, Gaza, Syaikh  Abdul Latif Musa aka Syaikh Abu Nur al-maqdisi dengan kelompoknya yang disebut Jundu ansharullah (kelompok ini disebut-sebut afiliasi al-qaeda di Palestina) mendeklarasikan emirat Islam di dalam otoritas hamas. Hamas tidak terima deklarasi ini menyerang kompleks masjid dan menewaskan kedua belah pihak termasuk Syaikh Abu Nur. Ini adalah puncak pergesekan ideologis di antara kelompok jihad.

Lalu bagaimana pandangan Al-Qaeda sendiri terhadap hamas?  Tentunya lebih shohih mengambil sikap dari pimpinan dan pendiri Al-Qaeda di masa awal, yaitu Syaikh Usamah bin Ladin rhm dan komandan serta ulama Al-Qaeda, Syaikh ‘Athiyatullah al-liby rhm.

Sikap Syaikh Usamah Bin Lain Rhm.

Kami mengutip tulisan Syaikh Usamah di dalam Surat ke 16, Letters from abbottabad, perihal kebijakan beliau dalam hal media. Letters of Abbottabad merupakan kumpulan surat-surat beliau yang disita oleh tentara amerika saat beliau digrebek di kediaman beliau di Abbottabad, Pakistan. Dimana amerika menerbitkan surat-surat ini dan dipublikasikan oleh Combating Terrorism Center (CTC). Salah seorang ulama dan mujahid Al-Qaeda, syaikh Abu Maryam Al-Uzdi Ahmad bin Abdullah bin Shalih Az-Zahrani telah menanyakan validitas surat-surat yang dipublikasikan oleh CTC tersebut kepada syaikh Abu Yahya Al-Libi (tangan kanan Syaikh Usamah), maka syaikh Abu Yahya Al-Libi menyatakan surat-surat tersebut valid dan memiliki banyak faedah dan pelajaran. Lihat Abu Maryam Al-Uzdi Ahmad bin Abdullah bin Shalih Az-Zahrani, Al-I’dad Asy-Syar’i wa Ats-Tsaqafi, hlm. 23).

Kutipan Syaikh pada surat nomor 16 tersebut adalah sebagai berikut :

“Karena tidak samar lagi bahwa umat Islam adalah penyokong dan pelindung mujahidin. Oleh karena itu kita harus santun dengan cara bertutur dengan kata-kata yang menyenangkan sambil menjauhi kata-kata yang menyerang secara kasar, mengkritik dengan nada menghina dan meremehkan pihak yang berseberangan dengan kita.”

“Khusus tentang HAMAS, kita harus memperhatikan bahwa HAMAS itu memiliki banyak pendukung yang menurut anggapan kita mereka itu adalah orang-orang yang serius dalam membela kebenaran dan membela Islam. Sementara sejumlah pemahaman syar’i yang penting telah hilang dari benak mereka. Dan kita sendiri tidak mau menjadi PEMBANTU SETAN untuk menyesatkan mereka. Karena dengan berjalannya waktu dan dengan sambil dijelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan para pemimpin mereka dengan cara yang lembut, hal itu akan membantu mereka untuk memahami dan menjauhi kesalahan-kesalahan para pemimpin mereka tersebut.”

GANK KRIMINAL PENCULIK TEROR IDLIB

ERDOGAN KRITIK SANGSI EKONOMI DALAM SIDANG PBB

Sikap Syaikh ‘Athiyatullah Al-Libi

Dalam menilai HAMAS Syaikh ‘Athiyatullah dalam Al Liqa’ Al Maftuh, hal. 78-80 mengatakan:

“Wahai saudaraku yang mulia. Engkau tahu bahwa HAMAS itu aslinya adalah gerakan Ikhwanul Muslimin. Artinya ia berafiliasi kepada pemikiran dan jama’ah Ikhwanul Muslimin. Sedangkan jama’ah ini (yakni Ikhwanul Muslimin) bukanlah jamaah yang dapat dipercaya dalam masalah jihad.

Ini adalah perkara yang harus kami katakan. Dan tentunya ini adalah menurut pendapat dan keyakinan kami. Hal ini dapat kami simpulkan berdasarkan dua hal:
a. Pemikkiran, manhaj dan materi pembinaan jama’ah ini serta rangkaian pemikiran yang mendominasinya.
b. Pengalaman bersama jama’ah ini di berbagai belahan bumi.

Dan engkau harus ingat bahwa kita ini sedang berbicara mengenai jamaah (organisasi), bukan mengenai personalnya. Karena personal itu orangnya bermacam-macam dan antara mereka masing-masing ada tingkatan yang berbeda-beda. Ada di antara mereka yang bergabung dengan mereka namun tidak membawa semua keyakinan, pemikiran dan alur berfikir jamaahnya, dan pada dirinya terdapat kebaikan, keshalihan dan kelebihan. Dan kenyataannya membuktikan hal itu, Alhamdulillah.

Syaikh Athiyatullah Al-Libi

Nah, HAMAS itu bagian dari Ikhwanul Muslimin.
Memang bisa dikatakan bahwa HAMAS itu memiliki spesifikasi sendiri dan kami tidak menyamaratakan status hukumnya. Akan tetapi kita berhak untuk mengungkapkan kekhawatiran kami karena kami telah menyaksikan sendiri berbagai kasus. Kami juga mengerti bagaimana jama’ah induknya memiliki pengaruh pada pemikiran HAMAS.

HAMAS itu berada di negeri terjajah. Tragedi harian, bencana, ujian, musibah dan kedzhaliman terus berulang kali dilakukan musuh  yang asli kafir dan disepakati kekafirannya dan kedzhalimannya. Dan telah diketahui secara pasti dalam agama Islam bahwa musuh mereka tersebut adalah musuh yang kafir yang wajib untuk diperangi dan dilawan.

Semoga Allah memberkati para pemimipin mereka pada generasi awal, dan semoga Allah memberikan pahala kepada mereka dengan sebaik-baik pahala. Mereka bangkit berjihad melawan dan menghadapi musuh tersebut. mereka merekrut para pemuda, mengorganisir mereka, meningkatkan kualitasnya dan maju di hadapan masyarakat.

Ini tidak diragukan lagi adalah kebaikan, kebenaran dan amal shalih.
Kami memohon kepada Allah agar menerima amal mereka.
Akan tetapi lagi: orang-orang sekuler dan nasionalis, bahkan komunis, banyak di antara mereka yang bangkit memerangi musuh tersebut..!
FATAH misalnya, gerakan massa, para penganut demokrasi dan lain-lain. Dan apakah kita sudah lupa dengan perjuangan Yasir ‘Arafat?!
Perang di Palestina itu selain disyareatkan dalam agama kita, ia juga dibenarkan dalam ajaran kaum sekuler, komunis dan nasionalis, yakni dibenarkannya melawan penjajah.

Perang di Palestina melawan Zionis itu sebagaimana kita mendukungnya, juga didukung oleh Sayyid Thanthawi, Al Buthi, Al Qardlawi, Basyar Asad, Husni Mubarak dan juga Muammar Qadhafi.
Karena perang di Palestina melawan Yahudi ini, meskipun ia merupakan amal shalih bagi orang beriman yang melakukannya, akan tetapi ia juga bukan ukuran yang standar untuk menilai seseorang.

Namun penilaian itu haruslah ditambahkan dengan hal lainnya, yaitu: manhaj yang benar, serta kesesuaiannya dengan Al Qur’an dan Sunnah, di mana yang paling utama dan paling puncak adalah tauhid yang murni dan aqidah yang benar.

Semua ini dapat diketahui dari dua sisi:
Pertama: manhaj dan teori yang ditulis dan yang dinyatakan.
Kedua: praktek lapangan, sikap dan sambutan amalannya dalam menjawab berbagai ujian di lapangan.
Dan sekali lagi mari kita ingat bahwa kita ini tengah membicarakan tentang organisasi (jama’ah), meskipun antara individu dan jama’ah itu memiliki banyak kesamaan hukum.

Namun jika kita lihat pada dua sisi tersebut, maka kita akan dapatkan bahwa HAMAS itu — sebagai organisasi — memiliki banyak catatan..!
Catatan-catatan ini — meskipun kita memberikan udzur kepada mereka lantaran sulitnya situasi , kelemahan dan keterpaksaan — menjadikan kita khawatir mereka akan terjatuh dan menyeleweng.
Karena latar belakang pemikiran dan manhajnya adalah Ikhwanul Muslimin.
Sedangkan kami telah mengenal Ikhwanul Muslimin dan memiliki pengalaman hidup bersama mereka.
Akan tetapi kami tidak akan mendahului kejadian, dan kami tidak akan menilai manusia hanya berdasarkan itu semata.

Akan tetapi kami harus waspada.
Semua ini kita sebutkan di sini supaya kita tidak tertipu dan tidak kecewa jika terjadi sesuatu, untuk jaga-jaga, dan supaya kita selalu sadar dan waspada.
Namun kita menilai orang itu adalah berdasarkan yang dhahir, kita mengharapkan orang itu baik, dan kita memberikan udzur kepada kaum muslimin sebisa mungkin.

Namun bagaimanapun hari ini mereka masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan jati diri mereka. Kami selalu berharap yang baik buat mereka. Kami berdoa kepada Allah agar memberikan bimbingan kepada mereka dalam mentaati-Nya dan dalam kebaikan. Hanya di tangan Allah SWT semua perkara itu. Dan Allah itu akan senantiasa menjaga agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya. Maka beruntunglah bagi orang yang beramal untuk mencari ridla Allah.

Kesalahan-kesalahan dan catatan-catatan yang ada pada HAMAS itu saya kita tidak perlu kita berpanjang lebar dalam membahasnya. Yang mana semua itu merupakan kalkulasi dari berbagai keyakinan, pandangan, manhaj, politik, perkataan, pernyataan, sikap dan hubungan dalam dan luar negeri. Wallahul musta’an…!
Yang puncaknya adalah terlibat dalam pemilu legislatif dan berhasil memenangkannya sehingga menghantarkan HAMAS menjadi alat bagi pemerintahan yang kafir dan murtad (Pemerintahan Palestina) menjadi bagian dari pemerintah yang rusak dan busuk itu dari semua sisinya, yang searusnya wajib untuk diperangi dan disingkirkan — jika memungkinkan — bukan malah menjadi bagian dan menjadi alat legislatif dan eksekutif baginya..!!
Hanya kepada Allahlah kita mengadu.

Kami mengajak saudara-saudara kami HAMAS untuk meninggalkan apa yang telah mereka lakukan itu, meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya. Janganlah mereka tertipu dengan ulama’ yang memberikan fatwa membolehkan apa yang mereka lakukan sekarang ini. Karena orang-orang yang memberikan fatwa dan membolehkan apa yang mereka kerjakan sekarang ini adalah orang yang bersikap diam terhadap semua thaghut murtad di seluruh negeri-nergeri kaum muslimin, mereka letakkan tangan mereka di tangan para thaghut tersebut, duduk bersandingan dengan mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh salah seorang pemuka mereka beberapa saat yang lalu bersama si Zindiq Muammar Qadhafi, Musailamahnya zaman sekarang, semoga Allah melaknatnya!! Para mufti yang memperbolehkan perbuatan kalian itu adalah orang-orang yang bersikap diam terhadap apa yang dilakukan oleh Musyrikin Syi’ah terhadap Ahlus Sunnah di Irak dan lain-lain.

Bagaimana kalian bisa menaruh kepercayaan kepada mereka dan mendengarkan fatwa bolehnya dari mereka?
Kalau bukan karena meremehkan masalah dan lemahnya semangat!
Kalau bukan karena lemahnya manhaj dan fikrah..!
Kami memohon kepada Allah agar memperbaiki kondisi kita.”

Sedangkan para hal. 73, Syaikh ‘Athiyatullah mengatakan:

“Kesalahan yang dilakukan HAMAS, kami berharap mereka termasuk orang-orang yang mendapatkan udzur karena melakukan takwil dan mengikuti fatwa sejumlah ulama’ yang mereka percayai. Kami tidak memvonis mereka kafir. Namun menurut kami mereka adalah orang-orang Islam yang berbuat salah. Kami berusaha menasehati dan memberikan masukan kepada mereka sebagaimana yang kami lakukan kepada setiap muslim. Dan kami menentang setiap perbuatan yang kami pandang mungkar. Kami jelaskan ketergelinciran dan kekeliruan yang mereka lakukan, dan kami tidak memendam kedengkian kepada mereka dan kepada umat Islam lainnya.

Atas dasar itu, maka keteguhan HAMAS dalam menghadapi kecaman dan konspirasi internasioal dan dalam negeri adalah terhitung sebagai amal shalihnya. Lebih besar lagi daripada itu adalah jihad dan pengorbanan besar dan gemilang yang dilakukan oleh putra-putranya, dan jasa mereka yang banyak di jalan Allah SWT. Semua itu terhitung sebagai kebaikan orang yang melakukannya, yang kita harapkan Allah menerimanya dari mereka dan memuliakan mereka di dunia dan di akherat.

Akan tetapi kami memandang masuknya HAMAS dalam permainan demokrasi dan dalam dewan legislatif yang telah menyeret mereka kepada banyak perbuatan yang menyelisihi ajaran Islam, ditambah lagi dengan akumulasi lainnya dari pemikiran-pemikiran, ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syareat, semua itu adalah kemungkaran, kebatilan dan kerusakan yang besar. Kami berlepas diri kepada Allah dari semua itu, kami menentangnya dan kami menasehati saudara-saudara kami agar mereka bertaubat kepada Allah dan menjauhi semua itu, agar mereka meperbaikinya dan agar mereka berpegang teguh hanya dengan Allah SWT semata.”

===================

Demikianlah kutipan kedua tokoh penting Al-Qaeda yang menjadi gambaran sikap Al-qaeda terhadap hamas, yang mana sikap itu -kami melihatnya- diteruskan kepada masa kepemimpinan Syaikh Aiman Adzowahiri. Catatan bagi kita adalah bahwa meski kritik yang keras terhadap hamas terutama dari tokoh yang terakhir, namun tidak ada sikap keduanya yang mengkafirkan hamas baik secara kelompok apalagi individunya seperti yang dilakukan oleh jama’ah ISIS atau IS. Dan kebijakan Al-qaeda yang tidak ingin menyenangkan bagi SETAN jika mengangkat senjata terhadap kelompok ini.

(AZ)