Duniaekspress.com (29/9/2018)- Paus Fransiskus memecat Pastor Chile Fernando Karadima 88 tahun yang berada di pusat skandal pelecehan seks global yang mengguncang kepausannya.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Vatikan pada hari Jumat mengatakan Pastor Fernando Karadima, 88 tahun, “direduksi menjadi orang awam” oleh paus, sebuah langkah yang disebut “luar biasa” dan dilakukan “demi kebaikan Gereja”.

Karadima melakukan pelecehan seksual terhadap remaja laki-laki selama bertahun-tahun dan sekarang tinggal di sebuah panti jompo di ibukota Chili, Santiago.

Baca Juga:

KORBAN PELECEHAN SEKS DI GEREJA CILE BUKA SUARA

Dia ditetapkan bersalah dalam penyelidikan Vatikan pada tahun 2011 dan diperintahkan untuk menjalani kehidupan dengan doa dan penyesalan, tetapi tidak dipecat pada saat itu oleh Paus Benediktus.

Itu berarti dia masih seorang pendeta, meskipun dia tidak bisa melayani di depan umum.

Karadima, yang selalu membantah melakukan kesalahan, lolos dari pengadilan sipil karena undang-undang pembatasan di negara tersebut.

Tujuh uskup Chili telah mengundurkan diri sejak Juni setelah penyelidikan terhadap dugaan menutup-nutupi kejahatan Karadima, beberapa di antaranya adalah mantan proteges Karadima, yang mempersiapkan mereka untuk imamat sebagai pemuda di lingkungan El Bosque konservatif skala atas Santiago.

Tiga pria Chili yang mengatakan mereka disiksa oleh Karadima menuduh, Juan Barros, mantan uskup Osorno, telah menyaksikan pelecehan itu.

Baca Juga:

SEJUMLAH PASTOR DI JERMAN LAKUKAN PELECEHAN TERHADAP RIBUAN ANAK

Sebelumnya dikabarkan, lebih dari 100 rohaniwan Katolik tengah diselidiki atas dugaan kejahatan seksual dan upaya untuk menutupinya. Ini adalah skandal yang menghantui kepemimpinan Paus Fransiskus dan telah menggiring gereja Katolik di Cile terjerembab ke dalam krisis.

Skandal itu dimulai beberapa dasawarsa lalu ketika seorang pria bernama Fernando Karadima, seorang pastor di Santiago, menjadi predator seksual paling terkenal di Cile.

“Ia menawarkan visi tentang panggilan dari Tuhan. Ia menunjukkan kepada Anda sebuah dunia yang sangat indah,” kenang Dr James Hamilton, seorang ahli bedah lambung yang sekarang berusia 50-an tahun.

“Ia selalu mengatakan kepada kami bahwa ia dianugerahi kelebihan khusus – semacam keajaiban – yang bisa ia lihat di setiap anak muda, jika mendapat panggilan dari Tuhan. Ia nyaris bagaikan orang suci,” ujarnya