Bantahan dari Syaikh Turki Al Bin’ali Terhadap ta’mim daulah ISIS

Baca sebelumnya, PERSETERUAN DI TUBUH DAULAH ISIS, ANTARA PENGIKUT AL HAZIMI VS PENGIKUT TURKI AL BIN’ALI

Duniaekspress.com. (29/9/2018). Syaikh Turki Al Bin’ali dan para pendukungnya membuang sedikit waktu dalam menanggapi memorandum tersebut. Akhirnya baru pada tanggal 19Mei, Turki Al Bin’ali menyampaikan surat panjang kepada Komite Delegasi dengan pengamatan kritisnya atas ta’mim tersebut. Surat itu muncul secara online pada akhir Juni. Sambil mempertahankan nada tulisan yang sopan, Syaikh Turki Al Bin’ali mengeluh bahwa ta’mim itu dikeluarkan dengan terburu-buru karena tidak diteliti oleh”para ulama”. Menurut beliau, ini sangat kontras dengan cara pernyataan Maktab Al Markazi, pernyataan tersebut telah dibuat dengan hati-hati dengan masukan dari banyak ulama,termasuk dirinya sendiri.Pria yang mengatur pernyataan sebelumnya itu adalah Abu Muhammad Al Furqan, kepala media Daulah IS (ISIS), yang terbunuh dalam serangan udara pada September 2016.

Beberapa kritik dari Syaikh Turki Al Bin’ali dibagian awalnya terlalu sepele atau bertele tele– seperti ta’mim ini mengandung kesalahan tipografi dan bahasa–,tetapi masalah utamanya adalah setiap orang setuju, kata beliau, bahwa ta’mim itu dimaksudkan untuk menenangkan “ekstremis”, yaitu para Ghulat. Bahkan pada sebuah mimbar di
kawasan kekuasaan Daulah IS (ISIS), seorang Ghulat berani merayakan hal ini dengan mengatakan, “Daulah IS/ISIS telah bertobat dan kembali kepada kebenaran,” sejak ta’mim tersebut menyatakan takfir menjadi “salah satu dasar agama yang jelas (ushul uddin azhzhahirah)”. Beliau kemudian mengutip beberapa pidato oleh para pemimpin Negara/daulah IS yang bertentangan dengan ta’mim itu. Surat itu ditutup dengan permohonan kepada Komite Delegasi untuk merevisi dan mengoreksi apa yang telah ditulisnya. Sebagaimana dicatat diatas, Turki Al Bin’ali terbunuh pada tanggal 31 Mei oleh serangan udara Amerika.

Pada tanggal 23 Mei, Abu’ Abdul Bar As Salihi, seorang cendekiawan Daulah IS/ISIS kelahiran Kuwait, telah menulis sanggahannya sendiri terhadap ta’mim tersebut, mengulangi banyak poin yang dikemukakan oleh Syaikh Turki Al Bin’ali. Dia juga menyesalkan fakta bahwa “ta’mim tersebut telah menyenangkan para ekstremis”, maka dia menasihati Komite Delegasi untuk menarik ta’mim secara keseluruhan. Menurut laporan berita, As Salihi dipenjara karena perbedaan pendapatnya dan akhirnya meninggal, seperti Syaikh Turki AlBin’ali, dalam seranganudara.
Selanjutnya seorang cendekiawan Daulah IS/ISIS asal Sa’udi, Abu ‘Utsman An Nadi, mencela ta’mim tersebut dalam sebuah esai singkat. Dia mendesak Komite Delegasi untuk mencabut isinya. Pada akhir Juni, Khabbab Al Jazrawi, seorang Sa’udi lainnya, menulis sanggahan yang menuduh Komite Delegasi terlibat dalam
“kriminalisasi ideologis: menyingkirkan, memenjarakan, dan mengancam paraulama”.
Dia memberi penghormatan kepada Syaikh Turki Al Bin’ali dan Abu ‘Abdul Bar As Salihi yang darahnya telah tumpah untuk membela kebenaran. (AB_.

 

Bersambung …

 

Baca juga, SEJARAH GHULAT DI LAJNAH MUFAWADHAH ISIS